Headlines News :
Home » » Proyek Bronjong Asal Jadi, Dimana Fungsi Pengawas Yang Katanya Bekerja dengan Profesional

Proyek Bronjong Asal Jadi, Dimana Fungsi Pengawas Yang Katanya Bekerja dengan Profesional

Written By Unknown on Senin, 16 April 2018 | 10.08

Kondisi bronjong penguat tebing tampak bergelombang dan sebagian ambruk

(foto: detak.com)


Pamekasan detak.com -Pembangunan bronjong yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Pamekasan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar pengerjaan. Indikasinya, baru selesai beberapa bulan dibangun, pembangunan bronjong yang berlokasi di desa Tanjung, dusun Dungkeddung, kecamatan Pegantenan, kabupaten Pamekasan. Lantaran diduga dikerjakan asal jadi dan kurangnya pengawasan dari dinas terkait.

Didin_laNyala, Aktivis Gerakan Tangan-Tangan Revolusi (GETAR), mengatakan, dari hasil pemantauan yang dilakukan, proyek pembangunan bronjong tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah di sejumlah titik. Bahkan beberapa diantaranya ambruk sehingga sangat membahayakan jika ada pengendara lewat.

"Kami prihatin atas kualitas proyek yang sangat jelek tersebut, masak baru beberapa bulan dibangun kondisi proyek sudah amburuk," ucap pemuda yang akrab dipanggil didin tersebut.

Menurut didin, karena kualitas proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut sangat mengecewakan, pihaknya menduga jika penggarapan proyek tersebut dilakukan secara asal-asalan dan menyalahi bestek. "Kami akan meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut tuntas dan menyelidiki kualitas proyek yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut," Tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, cepat rusaknya proyek bronjong tersebut, menunjukkan buruknya kinerja, dan lemahnya pengawasan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). "Pimpro proyek tak bekerja secara maksimal, sehingga proyek yang semestinya berumur panjang, sudah rusak dalam hitumgan bulan, ini jelas-jelas tidak beres.," Tegas didin.

Pantauan detak.com dilapangan bangunan bronjong batu tersebut baru selesai dibangun pada ahir 2017 lalu, kemudian pada awal tahun 2018 bangunan bronjong tersebut sudah hancur. Adapun bronjong batu, yang merupakan penahan jalan tersebut mengalami kerusakan yang parah.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Totok Hartono belum bisa dimintai keterangan terkait persoalan tersebut. Dikonfirmasi via WhatsApp seluler, Totok tidak merespon saat di konfirmasi.


(sf/zn/yan)

Share this post :

Posting Komentar