Headlines News :
Home » » Baru Diaspal, Jalan Desa Hancur Proyek Pembangunan Jalan Terkesan Asal-asalan

Baru Diaspal, Jalan Desa Hancur Proyek Pembangunan Jalan Terkesan Asal-asalan

Written By Unknown on Selasa, 17 April 2018 | 12.15

PARAH - Tampak dengan jelas di sepanjang ruas jalan yang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, hancur dan mengelupas.  Padahal,  jalan tersebut baru beberapa bulan dilakukan pengaspalan. 

(Foto: detak.com)


Pamekasan detak.com - Proyek peningkatan jalan yang berlokasi di Dusun Dung Keddung, desa Tanjung, kecamatan Pegantenan, kabupaten Pamekasan,  diduga kuat dilaksanakan dengan asal-asalan. Bahkan,  pelaksana proyek jenis pengaspalan tersebut disinyalir tidak melaksanakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan.  Pasalnya,  peningkatan jalan dengan volume sekitar dua kilometer itu,  sudah mengalami kerusakan cukup parah.  Padahal, proyek tersebut baru beberapa bulan dikerjakan.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan,  Proyek yang dikerjakan menggunakan Dana APBD Tahun 2017 tersebut,  hampir di setiap ruas jalan mengalami kerusakan.  Diantaranya, mulai dikeluhkan masyarakat. Sebab, aspal mengelupas hingga tanah di dasar jalan terlihat jelas, sejumlah batu kerikil juga tampak berhamburan, dan di sejumlah ruas jalan lainnya berlubang hingga terjadi kubangan.

Tentu saja,  aspal dan batu kerikil mudah mengelupas karena lapisan aspal tampak sangat tipis.  Bahkan,  sebagian ruas jalan lainnya ada yang tidak tersentuh aspal.  Melainkan hanya tumpukan pasir,  sehingga keberadaan aspal tidak bertahan lama.

Mengetahui adanya pembangunan jalan yang tidak maksimal itu,  ketua Gerakan Tangan-Tangan Revolusi (GETAR) Didin Lanyalla menilai, pelaksana proyek tersebut jelas hanya mengutamakan keuntungan pribadi dan mengabaikan kepentingan pengguna jalan. Pihaknya menduga,  pelaksana tidak mengerjakan sesuai RAB.  "Jelas pekerjaan ini menyimpang,  lihat saja lapisan aspalnya sangat tipis.  Padahal anggarannya ratusan juta,"  keluhnya. 

Menurutnya, pemerintah yang sudah mengucurkan dana besar sia-sia dan hanya membuang anggaran saja. Sebab,  pengaspalan jalan tersebut sama sekali tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh  warga untuk mempermudah angkutan hasil panen pertaniannya.  "Kalau sudah rusak seperti ini,  justru hanya menambah semakin sulit transportasi lewat jalan ini,"  imbuhnya.

Lebih lanjut, Didin mengungkapkan, pihaknya kecewa terhadap pelaksana di Dinas Pekerjaan Umum dan Pengawasnya,  karena meloloskan hasil pekerjaan yang dinilainya sangat buruk tersebut.  Pihaknya meminta agar BPKP atau BPK secepatnya mengaudit proyek tersebut, "karena sangat tidak masuk akal pekerjaan yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah hancur,  pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pamekasan, agar meninjau langsung ke lokasi dan Totok Hartono belum bisa dimintai keterangan dikarenakan belum ada respon saat dihubungi melalui telpon seluler WatsApp. 

(sf/zain/ian)

Share this post :

Posting Komentar