Headlines News :
Home » » Pengerjaan Proyek Jalan Sisi Irigasi Blumbungan-Beltok Menuai Kecaman

Pengerjaan Proyek Jalan Sisi Irigasi Blumbungan-Beltok Menuai Kecaman

Written By panorama pagi on Sabtu, 31 Maret 2018 | 16.58

Lokasi pengerjaan sepanjang jalan Blumbungan-Beltok
(foto: detak.com)


Pamekasan detak.com -Pelaksanaan proyek jalan sisi irigasi disepanjang jalan yang menghubungkan Blumbungan-Beltok menuai kecaman dan kritikan dari masyarakat sekitar pasalnya, proyek yang baru selesai dikerjakan pada ahir tahun 2017 itu saat ini sudah mengalami banyak kerusakan.

Berdasarkan pantauan dilokasi saluran irigasi disepanjang jalan yang menghubungkan Blumbungan-Beltok yang baru selesai dikerjakan tersebut sudah banyak mengalami kerusakan. Sepanjang saluran irigasi tampak retakan dan di beberapa titik mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan tersebut menuai banyak kecaman dan kritikan dari masyarakat sekitar. Masyarakat menyesalkan proyek senilai Rp 12.6 milyar yang di danai uang rakyat hanya bisa dinikmati sebentar.

Kholid (23), warga Desa Plakpak saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa pengerjaan proyek irigasi disepanjang jalan yang menghubungkan Blumbungan-Beltok memang terkesan asal-asalan. Indikasinya  irigasi yang selesai dibangun ahir tahun 2017 lalu sudah rusak.
"kami sebagai masyarakat yang mengikuti dari awal pengerjaan proyek jalan yang menghubungkan Blumbunga-Beltok ini merasa sangat kecewa karena irigasi yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu sudah banyak yang rusak, kemungkinan kerusakan tersebut disebabkan oleh adanya penyelewengan dalam pengerjaannya, seperti adanya pengurangan material bangunan, karena sepengetahuan kami semen yang digunakan dalam pembangunan irigasi tersebut terlalu sedikit, selain itu bahan campuran yang digunakan sepertinya menggunakan tanah bukan sepenuhnya pasir." ungkap pemuda yang  juga tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli rakyat (ALPART) tersebut.

Lebih lanjut ia menilai, pengerjaan proyek jalan yang berada dibawah naungan dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab. Pamekasan ini seharusnya mendapat pengawasan dari dinas terkait, namun kenyataanynya hasil pengerjaan proyek tersebut tetap asal-asalan, oleh karena itu kami selaku masyarakat yang merasa dirugikan atas pengaerjaan proyek ini sudah sempat mencoba melakukan pengaduan kepada dinas terkait namun masih belum ada tanggapan. Terkait kerusakan irigasi ini kami juga sempat meminta kepada kotraktor yang mengerjakan proyek agar segera memperbaiki kerusakan tersebut, namun sampai saat ini masih belum ada perbaikan sama sekali, kami menilai ini merupakan dugaan awal tindak pidana korupsi dan kami sebagai masyarakat yang merasa sangat dirugikan akan mengkawal permasalahan ini sampai ke Kejaksaan Negeri agar dugaan awal tindak pidana korupsi ini bisa ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang untuk melakukan penyelidikan. Sabtu (31/03).


(zain/ian)
Share this post :

Posting Komentar