Headlines News :
Home » » Aktivis GETAR Pertanyakan Investasi Dana Bergulir Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan

Aktivis GETAR Pertanyakan Investasi Dana Bergulir Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan

Written By Unknown on Selasa, 13 Maret 2018 | 18.25

Saat forum audiensi berlangsung
(foto: detak.com)

Pamekasan detak.com -Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Tangan-Tangan Revolusi (GETAR) gelar audiensi di kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasn, mereka pertanyakan investasi dana bergulir yang dikelola oleh Dinas Peternakan. 

Mereka meminta By name dan by addres dan pendokumentasian surat perjanjian kerja sama. Program tersebut terdiri dari, Sapi Kerreman, Cross Limussin, sapi Bakalan 2007, Sapi Bakalan 2008, yang keseluruhan menghabiskan ratusan juta.

Tujuan mereka audiensi tidak lain untuk mengetahui penerima agar program investasi dana bergulir tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima untuk meningkatkan populasi ternak mereka, setelah itu ternak disalurkan ke yang lain. Namun, mereka harus gigit jari karena tidak ditemui oleh kepala Dinas dengan alasan sedang ada rapat.

Didin LaNyala, selaku ketua GETAR menyampaikan bahwasanya ia sedikit kecewa karena kepala Dinas terkait tidak bisa menemui mereka. "Kami kecewa karena bapak kadis tidak bisa menemui kami, padahal tujuan kami hanya ingin berdiskusi untuk mengetahui mikanismenya seperti apa, karna disinyalir prorgram tersebut tidak tepat sasaran dan perpotensi ada oknum yang bermain di dalamnya sehingga bisa dimungkinkan tidak sampai terhadap penerima, tapi pihak Dinas Peternakan tidak bisa menunjukkan dengan alasan tidak membawa Flashdisk, semestinya dipersiapkan sebelum forum berlangsung, karena kami mengirimkan surat jauh sebelumnya, di dalam surat sudah jelas kami minta dipersiapkan daftar nama dan alamat penerima. Parahnya lagi, untuk dokumentasi surat perjanjian kerja pihaknya tersebut tidak punya, alasannya program itu sudah lama dan pihaknya hanya sebagai pewaris," uangkapnya.

Sementara itu Ach Rofik, selaku Kepala Seksi (KASI) menjelaskan bahwa pihaknya hanya pewaris dari program tersebut, jadi ia kurang begitu mengetahui. "kami akan tetap usahakan semaksimal mungkin menindak lanjuti program ini, dan kami sudah sering menagih terhadap penerima tapi kebanyakan mereka sudah tidak mampu lagi untuk membayar," pungkasnya. (13/03/2018).


(zain/agus/ian)
Share this post :

Posting Komentar