Headlines News :
Home » » Aktivis Desak Pemerintah Pamekasan Tindak Tegas Toko Modern Melanggar

Aktivis Desak Pemerintah Pamekasan Tindak Tegas Toko Modern Melanggar

Written By panorama pagi on Jumat, 09 Maret 2018 | 16.56

Saat forum berlangsung
(foto: detak.com)

Pamekasan detak.com -Aktivis Gerakan Tangan-Tangan Revolusi (GETAR) datangi kantor Satpol PP kabupaten Pamekasn, ia pertanyakan berdirinya Toko Modern atau Indomart yang terletak di desa Kaduara Barat, kecamatan Larangan kabupaten Pamekasan, yang selama ini menjadi sorotan dari setiap kalangan.

Didin LaNyala, selaku ketua GETAR menilai hambarnya penindakan dari instansi terkait selama ini terindikasi "masuk angin", sebab toko tersebut beroprasi sebelum melengkapi izin, tapi tidak ada penindakan tegas dari instansi terkait, dari kedua pihak tersebut terkesan saling lempar tanggung jawab, terbukti ketika ia mendatangi kedua pihak tersebut ada pernyataan yang berbeda. "Dari perizinan menyampaikan bahwa indomart tersebut dari awal sudah beroprasi tampa izin yang lengkap dan ia sudah melayangkan surat terhadap Satpol PP untuk segera tidak di oprasionalkan dulu sambil menunggu izinnya selesai. Tapi setelah kami audiensi ke Satpol PP kemarin (08/3/2018) ternyata semua izinnya sudah lengkap hanya Izin Usaha Toko Modern (IUTM) nya saja yang masih belum," uangkap pemuda yang masih bersetatus sebagai mahasiswa tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Yusuf Wibiseno, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Pamekasan, pihaknya selama ini bukan tidak mau bertindak penuh, tapi ia berpatokan terhadap perda ternyata bukan wewenang Satpol PP, dan ia juga sudah menjalankan tugas setelah ada surat dari perizinan, tapi setelah ditinjau kelokasi ternyata izinnya sudah lengkap, tinggal IUTM nya saja yang masih tahap penyelesayan." selama ini kami yang mau bertindak penuh terkendala dari perda, karena mengacu terhadap Perda, sebenarnya itu bukan tugasnya Satpol PP. Kemarin memang ada surat dari perizinan, kami langsung turun kelokasi untuk menutup toko tersebut walaupun ini bukan kewenangan kami, tapi setelah kami sampai di lokasi ternyata izinnya sudah lengkap tinggal IUTM nya saja, secara tidak langsung kami dipermalukan. Dan untuk Izin Usaha Toko Modern (IUTM) banyak Toko Modern yang sampai saat ini belum mengantongi tapi tidak ada persoalan untuk beroprasi," dalih Kabid Penegakan Perda tersebut, Kamis (08/3/2018).

Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan, Agus Mulyadi membantah terkait pernyataan dari Satpol PP bahwa tugas untuk menertibkan toko modern yang tidak berizin itu jelas tugasnya Satpol PP selaku penegak perda, dan untuk izin toko tersebut memang sudah dilenkapi tinggal IUTM nya saja. "Memang itu tugasnya Satpol PP selaku Penegak perda, siapa lagi kalu bukan Satpol PP yang mau menegakkan perda?, kalau terkait izinnya awalnya memang belum lengkap, tapi dari dulu masih beroprasional walaupun izinnya belum lengkap. Kami sudah melayangkan surat terhadap Satpol PP untuk segera melakukan penutupan dulu sambil nunggu izinnya selesai, tapi sekarang sudah lengkap, kalau untuk Izin Usaha Toko Modernt (IUTM) tidak masalah sekalipun Masih belum ada tapi sudah dioprasionalkan," pungkasnya, Jumat (09/3/2018).


(agus/zain/ian)
Share this post :

Posting Komentar