Headlines News :
Home » » Reklame Liar Menjamur, Aktivis (GETAR) Datangi Kantor Satpol PP Pamekasan

Reklame Liar Menjamur, Aktivis (GETAR) Datangi Kantor Satpol PP Pamekasan

Written By panorama pagi on Kamis, 18 Januari 2018 | 18.25

Saat forum audiensi berlangsung
(foto: Agus detak.com)

Pamekasan detak.com -Keberadaan sejumlah reklame di Kota Pamekasan menjadi sorotan aktivis yang mengatasnamakan Gerakan Tangan-Tangan Revolusi (GETAR). Mereka menggelar audiensi ke Kantor Satpol PP Pamekasan untuk mempertanyakan legalitas dari beberapa reklame  yang bertebaran disepanjang jalan Kota Pamekasan, karena selama ini masih ada banyak yang tidak berizin, izinnya kadaluwarsa, atau pemasangannya tidak sesuai aturan. Kamis (1/18/2018)

Didin LaNyala Selaku Ketua Umum GETAR tersebut mengatakan bahwasanya ia sangat risih melihat Kota Pamekasan yang penuh dari berbagai macam pernak-pernik reklame, baik dari parpol, sponsor maupun perusahaan. Ironisnya banyak dari Reklame tersebut tidak mengantongi izin. "Kami sudah menampung informasi dan bukti-bukti terkait keabsahannya ternyata hanya sebagian yang mempunyai izin, ini jelas merugikan pemkab karna ketika tidak memiliki izin maka bisa dipastikan tidak akan membayar pajak, sehingga berimbas terhadap PAD," Ungkapnya dengan nada tegas.

Terkait hal itu, Amin Jakfar Skertaris Satpol PP Pamekasan didampingi dua Stafnya yang menemui peserta audiensi tersebut.  Amin menyampaikan bahwa pihaknya mengakui bahwa selama ini tidak mencapai target maksimal. "Kami sudah berusaha untuk memaksimalkan tapi tidak semudah itu ketika berhadapan dengan warga, dan kami sudah melaksanakan penertiban terhadap reklame yang tidak berizin, tapi mereka tidak terima dan disangka pihak kami maling tidak tau aturan, padahal kami melakukan kewajiban sesuai ketentuan perda tapi mereka tidak menyadari bahwa ia memang salah. Kedepannya kami akan berusaha mempertegas lagi. Terimakasih atas saran dan masukannya, ini menjadi evaluasi terhadap kami," Pungkasnya.

Ia tidak habis pikir terhadap petugas Satpol PP selaku penegak perda, padahal sudah jelas-jelas melanggar dan persoalan tersebut sudah lama menjadi sorotan berbagai pihak. "Kalau seperti ini fungsi dan pekerjaan Satpol PP selama ini apa? harusnya kan sigap, tegas bukan malah yang benar takut kepada orang yang salah, kalu seperti ini caranya kenapa tidak sekalian saja memundurkan diri. Seolah-olah perda itu hanya formalitas saja." Tamba didin dengan suara agak memanas.
(1/18/2017)

(agus/zen/ian)

Share this post :

Posting Komentar