PPP Kepung Kantor Adira Finance Pamekasan

Saat aksi berlangsung di depan kantor Adira.

(Foto: didin_lanyala/detak.com)

Pamekasan detak.com  -Perhimpunan Pemuda Pamekasan (PPP) kembali menggruduk Kantor Adira Finance Cabang Pamekasan Madura Jawa Timur,  selasa (23/05/17)

Aksi kali ini masih saja terkait kasus Perampasan sepeda motor yang terkesan premanisme dan melanggar hukum. Dalam kondisi seperti ini jelas ada pihak yang dirugikan. Bahkan, sebagai warga negara yang awam hukum, keputusan leasing menarik motor merupakan hal yang wajar. Sebab kenyataannya, memang itulah yang terjadi.

Namun, benarkah demikian? Ternyata tidak. Motor tetap di tangan si pemilik sampai pengadilan memutuskan untuk melelang motor tersebut. Itu artinya, perusahaan leasing tidak berhak menarik atau menyita. Pelibatan jasa debt collector juga dipastikan melanggar hukum.

Ibas selaku korlap aksi menyampaikan aspirasi kekecewaannya terhadap pihak Adira "kami ingatkan, dibalik wajah-wajah ramah dan pakaian necis para kariawan di sini telah membodohi kami."

"Sebenarnya dalam mengatasi hal ini, misalkan ada yang nunggak dalam pembayaran cicilan tersebut, hubungan antara kita dengan pihak Bank/Leasing adalah hubungan hutang piutang biasa, Satu-satunya pihak yang berhak melakukan eksekusi di negara ini adalah Pengadilan melalui keputusan eksekusi pengadilan, Artinya Bank/Leasing apalagi debt collector sama sekali tidak berhak melakukan eksekusi dengan alasan apapun."

"Tentu saja Bank/Leasing tidak mau menempuh proses pengadilan karena selain memerlukan biaya juga butuh waktu yang tidak sebentar. Dan keputusan pengadilan pasti akan memerintahkan untuk dilakukan pelelangan terhadap motor/mobil tersebut, dimana hasil lelang harus dibagi dua. Pertama untuk membayar sisa hutang kita kepada Bank/Leasing, sisanya menjadi hak kita". Tegasnya.

(Didin/zain/ian)

0 comments:

Posting Komentar