Kader di Dzolimi, HMI Cabang Pamekasan Tutup Telinga

Lokasi saat prnyebaran selebaran di monomen ARLAN
(Foto: didin_laNyala/detak.com)

Pamekasan detak.com -Lagi-lagi HMI Komisariat STAIN Pamekasan menggelar aksi, tapi aksi kali ini merupakan Aksi solidaritas yang di laksanakan di Monomen Arek Lancor tadi siang, hal ini merupakan salah satu bentuk kekecewaan terhadap tindakan HMI Cabang Pamekasan yang sudah memonopoli pemekaran komisariat dan melanggar konstitusi, sebagaimana perkembangan kader di bawah naungan HMI cabang pamekasan, salah satunya penyebaran kertas selebaran yang isinya adalah curahan aspirasi terkait pemekaran komisariat STAIN sebagai pengganti dari demonstrasi, karena mereka sudah berkali-kali melakukan aksi demonstrasi tapi sampai saat ini HMI cabang tetap bungkam dan tutup telinga.

Salah satu peserta aksi solidaritas Ibas, mengatakan bahwasanya kader HMI sangat kecewa terhadap ketua cabang atas kinerjanya selama ini, ia merasa di dzolimi terhadap tindakan cabang. "Lagi-lagi kami selaku kader merasa di dzolimi dan di kader secara tidak jelas.  Hal ini membuktikan HMI cabang Pamekasan telah cacat dalam konstitusi HMI, bahkan sampai saat ini pengurus cabang hanya sebagian yang ikut Lk 2. Lucu ketika HMI cabang pamekasan mengadakan kegiatan Lk 2, sedangkan pengurusnya sebagian tidak lulus Lk 2. 
Bahkan kecewanya ketika persyaratan pemekaran yang sudah di setorkan di hilangkan".

Kepemimpinan Umam di HMI cabang pamekasan seperti halnya kerajaan, se akan-akan tidak tunduk pada konstitusi yang ada.  Padahal di HMI diajarkan tunduk pada kebenaran,  tetapi pihak cabang memberikan contoh yang tidak baik kepada para kadernya".

"Sampai saat ini kami selaku kader HMI tetap mempertanyakan tentang status Chairul Umam sebagai ketum HMI cabang Pamekasan, karena pada saat pelantikan Chairul Umam terindikasi berstatus KAHMI tidak berstatus sebagai mahasiswa". Tambahnya.(25/04/2017)

(Didin/ian/zaini)

0 comments:

Posting Komentar