Headlines News :
Home » » Kerapan Sapi 'GUBENG' disorot Aktivis!

Kerapan Sapi 'GUBENG' disorot Aktivis!

Written By Unknown on Rabu, 02 November 2016 | 07.42

PAMEKASAN, Detak.com. -

Penyelenggaraan Kerapan sapi piala presiden (gubeng) yang diilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2016 beberapa waktu lalu tampaknya  mendapat kritikan dari Masyarakat, pasalnya kerapan sapi Gubeng Kali ini seolah hanya formalitas belaka, tanpa adanya sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bertanya-tanya.

H nasir Warga Pamekasan mengeluhkan adanya penggelaran gubeng yang dinilai tak serius itu, karena masyarakat hingga saat ini masih bertanya-tanya, padahal menurutnya, mulai dulu biasanya setiap acara kerapan sapi (gubeng) mau digelar, satu minggu sebelumnya sudah ada informasi baik berupa sosialisasi di berbagai media,baleho-baleho yang disebar luaskan agar masyarakat mengetahui, berbeda dengan penggelaran kerapan sapi (Gubeng) Kali ini yang semuanya serba silence.

" ini yang membuat acara kerapan sapi (gubeng)tidak meriah, bahkan masyarakat menilai Disporabud tidak serius, akibatnya kerapan sapi (Gubeng) ini seakan mati dari budaya traditional Pamekasan." ujarnya.
Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat ini tentu menuai sejumlah persepsi, apalagi terkait pembiayaan yang sampai saat ini masih dilema dikalangan masyarakat, apakah gubeng ini gratis atau tidak?. bahkan Warga lebih sepakat membayar dari pada gratis namun tidak meriah seperti penggelaran kerapan sapi (gubeng) piala presiden kali ini, bukan persoalan gratisnya, tetapi budaya madura khususnya gubeng ini harus dimeriahkan,
Sementara itu, addur selaku Pedagang juga meneluhkan terkait kesimpang siuran informasi itu.

" Saya disuruh daftar dan dikenakan biaya sebesar 30ribu per stand, ketika mendengar bahwa kerapan sapi (gubeng) piala presiden itu gratis maka pihaknya sangat kecewa, waktu daftar saya tanya gak gratis, tiket masuknya 10 ribu katanya. Kalau orang jualan khusus minuman dan makanan itu berbeda kalau minuman 30 ribu kalau makanan 100 ribu" keluhnya.
Bahkan saat ditanya terkait penggelaran Gubeng itu pihaknya malah berdalih bahwa Orang maduranya sendiri bingung. " kapan kerapan sapi (gubeng) kapan sapi sonok kita tidak bisa cari informasi yang mesti" ketusnya.

Ahmad Marul Saleh
Share this post :

Posting Komentar