Protes Jalan Tidak diperhatikan, Warga Tanam Tiang Bendera ditengah Jalan Raya.

Lokasi penanaman tiang bendera didepan Puskesmas Waru. (foto: Abdussalam/detak.com).

Pamekasan, detak.com. - Dianggap kurang diperhatikan oleh Pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten  kubangan atau lubang besar di jalan raya Waru-Batu Marmar KM 1 tepatnya didepan Puskesmas Waru ditanami tiang setinggi kurang lebih 4 Meter lengkap dengan Bendera merah putihnya.

Menurut warga sekitar, ini dilakukan untuk melakukan protes terhadap pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang tidak resfonsif terhadap jalan rusak utamanya di daerah pantura. Padahal, akibat kubangan jalan tersebut banyak menimbulkan kecelakaan yang tdiak sedikit.

Dul Ali (25), warga desa Waru barat ini mengamini apa yang dilakukan warga. Menurutnya, kubangan/lobang besar terjadi kurang lebih 3 bulan setelah pengerjaan proyek dilakukan. Dia menduga behwa kontraktor yang mengerjakan proyek gorong-gorong yang menjadi akses satu-satunya ke dan menuju kota pamekasan dari wilayah pantura tersebut cepat rusak.

"Ini, pengerjaan proyeknya sudah tidak karuan kayaknya. Mungkin tidak dibuatkan gorong-gorong. Jika dibuatkan gorong tidak akan rusak lah" ujarnya kepada detak.com, selasa (13/9/16).

Dugaan saya, tambah pemuda ini, bahwa apa yang dilakukan kontraktor sudah merupakan kejahatan yang luar biasa karena mengakibatkan nyawa melayang jika terjadi kecelakaan. "Namun begitu kok Bupatinya tidak memberikan teguran ya?" sesal Ali.

Ditempat terpisah, Muksin S.PdI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR II) Kabupaten Pamekasan ikuit menyesalkan kontraktor yang mengerjakan proyek dimaksud. Legislator dari dapil III ini berpendapat, bahwa pengerjaan proyek dilakukan asal-asalan. "Jika dilakukan atau dikerjakan dengan benar, maka gorong-gorong tersebut tidaka akan cepat rusak"

Sebagai tambahan informasi, bahwa pengerjaan gorong-gorong di jalan akses waru ke Batu Marmar tersebut belum 1 tahun pengerjaanya.

(abdussalam Syah/detak.com)

0 comments:

Posting Komentar