HKTI Kritik Harga Tembakau yang membumi. Desak Bupati Turun Tangan!

Simulasi jual-beli Tembakau (Edi/detak.com).

PAMEKASAN, Detak.com. - Harga Tembakau rajangan di Kabupaten pamekasan khususnya di wilayah pantura yang sangat murah membuat jengah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Pasean. Pasalnya, harga rajangan tembakau ditingkat Petani sangat tidak sejalan dengan banyak ongkos produksi hingga menghasilkan daun tembakau yang diinginkan.

Su'ie SAG, ketua DPK HKTI Kecamatan Pasean menjelaskan, bahwa aturan main harga tembakau seharusnya ada regulasi yang jelas misalnya dibutkan seperti Peraturan Daerah atau perda. "Masak setiap tahunnya petani menjerit belum pernah pemerintah Kabupaten dalam hal ini Bupati terkesan tutup mata" kata Su'ie.

Seharusnya, tatanan tataniaga tembakau sudah disiapkan sejak tembakau ditanam di awal pembibitan.

"Sehingga masyarakat atau Petani tidak rugi dua kali" tegasnya.

Rugi dua kali menurut Su'ie pertama, pada saat tanah di garap harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengolah tanah sehingga bisa ditanami tembakau. "Disitu boengkosnya sangat besar"

"Sementara yang kedua, pada saat panen hasil dari rajangannya malah dikibuli oleh tengkulak atau bahkan Pabrikan rokok yang ada di Pamekasan."

"Simulasinya, dimana-mana untuk penentuan harga harusnya yang punya barang atau tembakau. Namun di Madura ini aneh, yang menentukan harga malah pembelinya. Ini yang saya maksud Bupati harus tangan"

"Jangan, seolah terus tutup mata."

Jika tetap demikian, menurut alumnus STAIN Sunan Ampel ini, maka jangan berharap petanbi Pamekasan akan makmur. "Malah buntung" tegasnya.

(abdussalam/nasir/det.al)

0 comments:

Posting Komentar