Hari Pertama Berpuasa! Masjid Agung Pamekasan Layaknya Penginapan

Jama'ah tidur di serambi Masjid setelah melaksanakan ibadah Dzuhur
(Foto: zaini/detak.com)

Pamekasan, detak.com- bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan umat islam tentunya merasa hal yang berbeda dari bulan yang lain karena mereka harus menahan diri dari rasa haus dan lapar.

Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan pada umumnya merupakan tempat Ibadah bagi Para umat Muslim di Pamekasan, namun saat ini Masjid tersebut sudah berbeda dari sebelumnya.

Pasalnya di hari pertama bulan Ramadhan masjid tersebut sudah di jadikan tempat istirahat dan tempat tidur oleh sejumlah kalangan, baik itu dari Instansi Pemerintahan, Masyarakat biasa, maupun para kaum pelajar. "Kami tidak bisa menegur mereka pak, karena memang tidak ada program khusus dari kami dalam hal ini" ungkap salah satu Pengurus Ta'mir masjid Agung As-Syuhada Pamekasan, Senin (06/06/2016).

Dengan hembusan angin yang begitu sejuk, dan suara pengajian di dalam masjid timbul beberapa alasan dari Jama'ah untuk tidur di masjid itu, salah satunya dari kaum pelajar. Andi yang mengaku salah satu murid di sebuah Pesantren di Pamekasan mengaku bahwa dirinya sangat nyaman berada di serambi masjid itu dan ia merasa betah disana. "Saya merasa nyaman disini mas.. dan saya sangat betah berada disini karena sambil lalu mendengar pengajian" ungkpanya.

Namun petugas keamanan Ibrahim mengharap kepada seluruh Jama'ah agar hati-hati ketika hendak beristrahat di Masjid Agung As-Syuhada karena di masjid tersebut rawan terjadi aksi pencurian sehingga hal itu dapat merugikan kaum Jamaah. "Saya mengharap kepada jama'ah agar tidak meletakaan barangnya sembarangan, karena disini sering terjadi pencurian" jelasnya.

Hal seperti ini perlu ada Evaluasi khusus oleh Pengurus Yayasan Ta'mir Masjid Agung tersebut mengingat tidak layaknya masjid ketika di jadikan tempat tidur, apalagi Masjid agung merupakan salah satu masjid yang sudah di gemari oleh seluruh lapisan masyarakat di Pemekasan dan Madura pada umumnya, sehinga hal itu tidak mengganggu terhadap peribadatan kaum muslim di Pamekasan.

(Zaini/ian)

0 comments:

Posting Komentar