Headlines News :
Home » » Halaman Puskesmas Menjadi Tempat Parkir Illegal

Halaman Puskesmas Menjadi Tempat Parkir Illegal

Written By panorama pagi on Jumat, 27 Mei 2016 | 09.57

Parkir sembarangan di halaman Puskesmas
(Foto: zaini/detak.com)

Pamekasan detak.com- Ironis Puskesmas yang berada tepat di samping Pasar kecamatan palengaan lagi-lagi dijadikan tempat parkir umum oleh pengunjung pasar (di Halaman Puskesmas), lebih-lebih ketika hari senin dan jumat. 

Harusnya kejadian seperti ini jagan di sepelehkan oleh dinas yang bersangkutan, baik dari Dinas Kesehatan maupun dari Perhubungan, karna hal yang demikian sangat mengganggu terhadap pasien maupun kemacetan lalu lintas.

Seiring dengan berjalannya waktu hal seperti ini sangat meresahkan pasien, terutama ketika ada yang sakit, ini sangat mengganggu kelancaran pengobatan pasien.

Kejadian yang terjadi di Puskesmas Palengaan ini sudah lama di biarkan, entah itu karna kurangnya pemantauan dari dinas yang bersangkutan maupun kurangnya ketegasan.

Zuhdi Opas pemuda asal desa banyupelle menegaskan bahwasanya kejadian seperti ini jagan di biarkan berlarut-larut, agar masyrakat tidak kesulitan ketika mau periksa ke puskesmas setempat, dan biar jelas antara tempat parkir umum dengan puskesmas.

"kalau seperti ini saya pikir amburadul dan tidak jelas, kenapa tidak sekalian saja buka warung di puskesmas ini kalau memang puskesmas ini di anggap gedung serbaguna". Ungkap pemuda yang masih aktif menjadi Wakil DEMA di STAIN pamekasan tersebut.

Disamping itu juga Moh Hasan warga palengaan ini menyampaikan "kejadian seperti ini sudah lama pak, tapi dibiarkan begitu saja, entah ini di sengaja atau kurangnya pemantauan dari dinas yang bersangkutan". Ujarnya 

"Kalau pemerintah pamekasan sering menyepelehkan hal yang di anggap kecil, yang pada dasarnya berdampak besar terhadap masyrakat, kapan pamekasan akan maju pak" tambahnya.

Melihat fakta yang terjadi di lapangan harusnya Pemerintah Pamekasan segera tegas menganbil sikap, agar dinas yang bersangkutan tidak di anggap mandul di lihat dari kacamata masyrakat.

(Zaini/ian/didin)
Share this post :

Posting Komentar