Sulit Mendapatkan STR Bidan. Kadinkes: Pemerintah Harus Cari Terobosan.

Kadinkes Pamekasan, Ismail Bey, M.Si. (foto:detak.com).

PAMEKASAN, Detak.com. - Sulitnya mendapatkan STR (Surat Tanda Register) bagai tenaga Medis Bidan membuat Kepala dinas kesehatan (kadinkes) Kabupaten Pamekasan, Ismail Bey angkat suara.

Kadinkes berpendapat bahwa ujian untuk mendapatkan STR ini sangat berat. Saking beratnya banyak tenaga Bidan yang sudah lama lulus dari sekolahnya, tapi setelah ikut ujian STR tidak lulus. "Berarti ini kayaknya ada sistem yang keliru. Padahal banyak yang sudah pengalaman dilapangan" kata Ismail disela-sela kunjungannya ke AIFA Husada penyelenggara ujian STR di Madura beberapa waktu lalu.

"Seharusnya Pemerintah menyiapkan regulasi baru yang adakaitannya dengan peningkatan sistem tenaga medis. Dan STR ini bukan jadi jaminan satu-satunya untuk memperoleh pekerjaan. Karena kasian bagi mereka yang tidak punya STR" tambah Birokrat asal Kabupaten Sampang ini.

Makanya, untuk selanjutnya Pemerintah mencari cara atau alternatif aturan yang sifatnya bisa digunakan untuk tidak memperberat bagi Bidan yang yang sudah lulus D-III atau bahkan S-1 Kebidanan.

Nah untuk itu, Kata Ismail perlu dukungan dari instansi khususnya sekolah-sekolah yang mempunya program ilmu kesehatan ini. "Misalnya, setelah lulus orang/anak tersebut bisa mendapatkan STR dari sekolahnya secara langsung. Dengan penilaian dilapangan (praktek) dan nilai uji material mata pelajaran disambungkan" jelasnya.

Sementara itu, Kepala Yayasan Aifa Husada Pamekasan, DR Sajali berpendapat sejalan dengan pemikiran kadinkes Pamekasan. Meurutnya, itu merupakan terobosan bagi masyarakat agar masyarakat tidak terkungkung dengan aturan.

(yan/zaini)

0 comments:

Posting Komentar