Penyelidikan dianggap Lelet, Korban ancam Laporkan Polres Pamekasan ke Polda Jatim.

Nuruddin (21) saat memberikan keterangan di Mapolres pamekasan. (foto:detak.com).

PAMEKASAN, Detak.com. Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan puluhan orang yang diduga dikomandoi oleh salah satu oknum Kepala Desa (Kades) HRD terhadap H.Nurholis beberapa waktu lalu rupanya kasusu akan segera akan dibawa ke Mapolda Jawa Timur. Hal tersebut dilakukan karena H.Nurholis selaku korban sudah mulai tidak percaya terhadap proses penyelidikan/penyidikan yang dilakukan baik oleh Kapolsek Pegantenan maupun Kapolres Pamekasan.

"Kami kecewa terhadap kinerja aparat Kepolisian (Polsek/Polres). Masak sampai saat ini tersangka yang diamankan cuma satu orang" kata H.nurholis dikediamannya desa Ambender Kecamatan Pegantenan.

"Padahal saksi-saksi sudah menyatakan keterlibatan beberapa pihak/orang yang pada saat itu mau membunuh saya. Diantaranya kades Ambender sendiri ini saya sangat tahu bahwa dia yang nyelurit saya" tukas H.Nurholis.

"Selain itu, masih banyak orang yang sudah menganiaya saya dengan anak saya juga. Pokoknya sudah saya sampaikan ke penyidik waktu itu. Namun penyidik Polsek pegantenan terus berkilah bahwa saksi kurang terus" kecewa Nurholis.

"Jika dalam waktu 1 minggu kedepan tidak ada perkembangan kami akan membawa kasus ini ke Mapolda Jatim. Dan saya sudah menyampaikan ke ketua Posbakum (Pos Bantuan Hukum) Kabupaten Pamekasan"

"Pokoknya semua yang terlibat harus diusut. Jika tidak kami akan melakukan dan mencari keadilan sendiri" sambungnya.

(zaini/marul/su'ie/dus)

0 comments:

Posting Komentar