Upaya Peningkatan Pembuatan Glukosa Manul Di Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan

Salah Satu Lahan Di Plakpak Pegantenan Pamekasan
(Foto: Soleh/detak.com)

Pamekasan, detak.com

Salah satu tujuan pembangunan sektor industry kecil dan pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan khususnya masyarakat yang bergerak dalam bidang usaha non formal dengan peningkatan dan pemerataan. Di Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan terdapat usaha home industri Glukosa manual sebagai bahan dasar pembuatan petis Madura, glukosa tersebut terbuat dari tepung Tapioka yang bahan dasarnya dari ketela pohon.

Peluang industrialisasi di Desa Plakpak sangat prospek. Sebagaimana dikatakan oleh pengamat  kesejahteraan sosial  Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag,  "sudah saatnya pemerintah daerah Pamekasan membaca peluang peningkatan ekonomi mikro, seperti memperhatikan perkembangan penguatan industrialisai di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan. Adanya industri glukosa manual di Desa tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat" imbuhnya.

Keberadaan pembuatan glukosa manual dari tepung tapioka menjadi industri unggulan di desa Plakpak dapat membuka ruang bagi daerah Pamekasan dalam pengembangan ketela pohon yang selama ini masih kurang perhatian dari investor dan partisipasi masyarakat, karena ketela pohon belum punya pemasaran yang menjanjikan. Hal ini dikatakan oleh  Anggota Komisi III DPRD Fathorrahman, M.Si  "pengembangan pabrik glukosa manual berbahan tapioka dari ketel pohon di Desa Plakpak sangat menunjang pada produktifitas lahan yang sudah dianggap tidak produktif. Melalui tanaman ketela pohon, tanah akan menjadi produktif dan saya yakin para petani akan menanam ketela pohon karena sudah punya daya jual yang tinggi".

Atas dasar di atas, banyak harapan dari masyarakat terhadap pemerintah daerah kabupaten Pamekasan akan pengembangan industri kecil berupa pembuatan glukosa manual di desa Plakpak. Salah satunya  warga Desa Plakpak itu sendiri, saudara Juhri mengatakan "saya berharap  adanya pabrik pembuatan Glukosa manual di desa Plakpak segera mendapat perhatian dari pemerintah" paparnya.

Prospek pengembangan akan sangat berdampak pada perluasan usaha sebagai industri kecil sehingga dapat menjadi daya tarik investor untuk masuk ke industri ini, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan harapan dapat meningkatkan PAD Kabupaten Pamekasan.  Membaca potensi industri pembuatan glukosa di Desa Plakpak sangat perlu peran Badan Penelitian dan Pengebangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Pamekasan menerjunkan tim peneliti dan pakar sesuai di bidangnya untuk mengkaji lebih jauh keberadaan pabrik bersekala mini yang masih manual tersebut. Masih menurut anggota DPR komisi III "di kabupaten Pamekasan ada lembaga penelitian yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Pamekasan, kita harus menggunakan lembaga tersebut untuk membaca potensi berupa adanya pembuatan glukosa manual di desa Plakpak. Sehingga hasil dari penelitian akan sangat berguna bagi pengembangan perekonomian Pamekasan ke depan".

Diharapkan dari hasil kajian Balitbangda dapat dijadikan dasar kebijakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk mengadakan pembinaan, bagaimana memberikan sentuhan teknologi, mempromosikan untuk menarik daya investor masuk ke Kabupaten Pamekasan, dan menjebatani antara dunia perbankan untuk memberikan pendanaan

sholeh/zain

0 comments:

Posting Komentar