Penderita Hernia Merasa kurang Puas Dengan Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum Daerah Slamet Martodiwirjo Pamekasan

Dr. Moh. Soleh Lahadi Bagian Humas di RSUD Slamet Martodiwirjo
(Foto: zain detak.com)

Pamekasan, detak.com.

Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodiwirjo Pamekasan mengaku masih belum puas dengan pelayanan pihak RSUD Pamekasan sehingga hal itu membuat pihak RSUD merasa cemas dan perlu mengevaluasi hal itu.

Di katakan oleh salah satu pasien bernama Kholik yang menderita Hernia bahwa penyakit itu tidak sembuh total setelah beberapa hari pasca operasi di lakukan. "Saya sudah sebulan lalu di operasi di Rumah Sakit Umum Pamekasan, namun hal itu tidak ada perubahan bagi penyakit saya bahkan yang awal mulanya hernia saya di sebelah kanan sekarang pindah di sebelah kiri" ujar Kholik kepada detak.com.

Bahkan lelaki remaja yang kerap di panggil Kholik itu merasa trauma dan takut untuk memerikasa penyakit itu kepada RSUD Pamekasan. "Saya takut jika saya memeriksa kembali ke RSUD Pamekasan akan di layani seperti dulu" tambahnya.

Dan pihak keluarga juga menyatakan kepada detak.com kalau hal ini di sebabkan karena pasien menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan tidak menggunakan BPJS. "Anak saya ini tidak menggunakan kartu BPJS tapi menghunakan kartu KIS sehingga pelayananya sangat tidak layak" tutur Amsuri kepada detak.com.

Hal itu membuat pihak Rumah Sakit merasa heran dan panik dan menyanggah semua yang di sampaikan kepada pihak RSUD oleh detak.com. "Hakikatnya kartu BPJS dan KIS itu sama dan tidak ada perbedaan pelayanan medis" papar Dr. Soleh Lahadi kepada detak.com. Dan ia juga menambahkan bahwa kalau memang demikian seharusnya pasiean di bawa lagi ke RSUD. "Seharusnya pasien itu kembali lagi ke RSUD agar menerima perawatan kembali dari dokter" ujarnya kepada detak.com.

selain itu dari pihak Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial (BPJS) juga menegaskan bahwa kartu KIS dan BPJS sebenarnya sama dan memang seharusnya tidak ada perlainan sedikitpun baik yang bayar atau tidak hanya saja tempat / kamar yang berbeda. "Sebenarnya kartu KIS dan BPJS sama saja cuma peletakan kamar saja yang berbeda" tutur Andika Fisma Jaya sebagai Staf Komunikasi dan Publikasi

Sementara itu detak.com akan menindak lanjuti terkait kebenaran hal tersebut mengingat para sumber masih belum bisa menyatakan sikap siapa yang salah dan siapa yang benar.

Dan tidak seharusnya ada oknum yang membedakan antara kartu KIS dan BPJS karena KIS sudah sama-sama resmi seperti yang sudah di paparkan oleh Presiden Republik Indonesia.

(Zain/irul)

0 comments:

Posting Komentar