Pelestarian Budaya Selamatan Kehamilan (Pelet) Di Pamekasan

Warga Saat menghadiri Undangan Pelet (foto: zain/detak.com)

Pamekasan, detak.com

Inilah budaya warga Madura khususnya Pamekasan yang masih terjaga, seperti biasanya setiap masyarakat yang hamil, dalam waktu empat bulan biasanya warga Palesanggar Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasakan menyelenggarakan acara selamatan bayi yang masih di dalam kandungan agar bayi tersebut di jadikan bayi yang sehat, selamat dari penyakit

Salah satu warga memberikan keterangan kepada detak.com bahwa kegiatan tersebut memang sudah menjadi keharusan dan kewajiban bagi setiap warga yang hamil dan telah sampai pada waktu tertentu "Kegiatan seperti ini memang seharusnya di lakukan bagi setiap warga yang hamil dan sudah sampai pada waktu empat bulan, dengan harapan bayi yang ada di dalam kandungan itu mendapatkan perlindungan dari yang maha kuasa" Papar Ma'sum kepada detak.com

Penjelasan tersebut juga di perkuat oleh Kyai Zayyadi selaku tokoh masyarakat yang sudah di percaya untuk memberikan doa selamat kepada semua masyarakat yang melakukan hajatan Pelet tersebut "Kegiatan seperti ini sebenarnya bukan kegiatan yang di larang oleh agama, karena di dalamnya terdapat kegiatan yang positif seperti bersholawat pada Nabi Muhammad saw dan membaca Ayat suci Al-quran dan permohonan doa yang baik" jelas Zayyadi kepada detak.com

Hal-hal yang harus di persiapkan dalam kegiatan ini seperti Ayam kampung, Bak karet, Kembang tujuh rupa, Bedak, kemenyan dan wangi-wangian yang lain, setelah peralatan tersebut di persiapkan dukun yang biasa memijat langsung menyirami wanita hamil dengan semua peralatan yang sudah di persiapkan itu

Adapun kegiatan yang di lakukan dalam acara selamatan itu di antaranya, membaca Alquran beruoa Surah Yasin, Surah Yusuf, Surah Maryam, surah Al-Waqiah beserta solawat, hal ini di lakukan dengan harapan supaya bayi yang ada di dalam kandungan di jadikan bayi yang tampan, cantik, beriman seperti halnya Nabi Yusuf As dan Sitti Maryam

Kegiatan tersebut antosias di dukung sepenuhnya oleh RT setempat mengingat kegiatan tersebut merupakan salah satu budaya yang ada di Madura khususnya Pamekasan yang sudah turun temurun dari nenek moyang dan berharap agar budaya ini tetap di lestarikan oleh para penerus bangsa agar tidak punah "Budaya seperti ini sangat baik sekali sehingga wajib kita jaga dan tetap di lestarikan sampai kapanpun" tutur Syafik ketua RT Tajuk Palesanggar Pegantenan Pamekasan kepada detak.com

Namun mengingat perkembangan zaman dan teknologi budaya tersebut tidak mungkin berlangsung lama apabila hal ini tidak mendapatkan dukungan penuh dari pihak terkait (Disporabud).

Zain/ian/irul

0 comments:

Posting Komentar