Paska Banjir Sampang, Semua Perkara PTUN Asal Sampang Batal Dihadiri Pemkab Sampang.

Suasana kota Sampang, Kemarin, Rabu (2/3/2016). Foto: (detak.com).


Sampang, Detak.com.

Banjir besar yang melanda Kabupaten Sampang beberapa waktu lalu berimbas pada absennya beberapa Tergugat dalam sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya kemarin, Rabu (2/3/2015) sementara Penggugat adalah Sukur Calon Kades Banjar Billah dan Azekin warga desa Dharma Tanjung. Tergugat yang merupakan Bupati Sampang tidak hadir dengan alasan masih konsentrasi terhadap aset-aset daerah paska banjir akibat luapan sungai Kemuning tersebut.

"Untuk sidang kasus PTUN dari Sampang mohon semua di tunda minggu depan dengan jadwal yang sama karena kuasa Hukum tidak ada persiapan (karena) ada banjir
" kata Syarifuddin Kesubbag Hukum Pemkab Sampang, melalui pesan singkatnya kepada Penggugat yang diterima oleh detak.com.

Dengan adanya banjir tersebut, dua sengketa Pilkades Sampang ditunda hingga 1 pekan kedepan dengan agenda pemeriksaan Saksi dan pihak interpensi atau pihak Penggugat.

Syamsul Arifin, SH, Kuasa hukum Ade Azikin menyampaikan, sangat kecewa atas ditundanya sengketa Pilkades ini. Namun begitu, pengacara asal kota Sumekar Kabupaten Sumenep ini sangat prihatin atas kondisi Kabupaten Sampang yang lagi ada musibah banjir tersebut. "Ditundanya saya kecewa. Namun karena dengan alasan banjir itu ya kita terima. Bagaimanapun itu adalah musibah. Mudah-mudahan minggu depan sudah tidak ada kendala lagi" terang Syamsul.

Ditempat yang sama, Pengacara Sukur, Penggugat Bupati Sampang, M Alfian tidak mempermasalahkan atas ditundanya sengketa Pilkades ini.

"Gak ada masalah. Cuma saya sangat menyayangkan pihak interpensi yakni Fatima selalu tidak hadir dalam Persidangan" jelas Alfian.

"Mudah-mudahan dalam sidang berikutnya jadi lancar saja. Dan kepentingan Penggugat yakni Sukur dikabulkan Majelis Hakim PTUN" pungkasnya.

(sul/det/yan)

0 comments:

Posting Komentar