Terus di Kritik, Jalan Raya Pakong-Waru tanpa Perbaikan.

M. Alif Aldiyansyah. (foto: dok.pribadi/detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Meski terus dikritik karena kondisi jalan yang tambah parah, jalan raya Utama Pakong-Waru rupanya belum menyentuh hati pemerintah untuk memperbaiki. Padahal jalan raya tersebut menjadi satu-satunya akses utama menuju kota Pamekasan atau sebaliknya.

Pemerintah daerah Tingkat II yakni Bupati pamekasan maupun pemerintah Daerah dan pusat dinilai kurang resfon terhadap keadaan jalur yang sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas tersebut.

"Pokoknya pemerintah baik Bupati, gubernur maupun pemerintah pusat kayaknya sudah budek (tuli) terhadap jalan raya Waru-Pakong ini" kata pria mengaku bernama, M.Alif Aldiyansyah ini kepada detak.com, Senin (8/01/2016).

Pria yang sehar-hari sebagai sopir angkutan desa dan carteran ini sangat menyayangkan situasi dan kondisi jalan yang terus parah bahkan bisa dikatakan tidak layak untuk dilewati. "Bayangkan, jika mobil kecil yang berperawakan kecil pasti akan nyangkut jika jalan disini" tambahnya.

Bapak dari 3 anak anak ini juga menyayangkan sikap legislatif baik yang dari tingkat II, I maupun pusat yang juga tidak resfon membawa aspirasi masyarakat pantura.

Harusnya, menurut pria alumnus SMPN 1 Waru ini, semua elemen bangsa yang dari Madura,khususnya dari pantura Pamekasan melakukan upaya-upaya agar pembangunan jalan tersebut segera terlaksana.

"Bagaimanapun juga, jika jalan ini cepat diperbaiki, maka ekonomi masyarakat akan tambah meningkat. Dan yang paling penting keselematan pengendara bisa teratasi. Tidak seperti sekarang ini, yang setiap hari pasti ada pengendara yang jatuh. Dan tidak sedikit yang mengakibatkan mati ditempat atau di rumah sakit"

"Jadi, tolonglah kepada pemerintah, agar tidak buta, tuli terhadap kondisi jalan ini" tegas Alif.

(rul/su'i/alam/det)

0 comments:

Posting Komentar