Cuaca Ektrim, 1 Perahu Nelayan Terbelah

Suasana di laut Pasean. (foto: Marul/detak.com).

Pamekasan, Detak.com.

Cuaca yang terus memburuk di laut Pantura Pamekasan, utamanya di daerah sentra nelayan desa Tlonto Raja kecamatan pasean membuat masyarakat sekitar laut panik. Pasalnya, baru-baru ini cuaca ektrim tersebut memporak-porandakan perahu Nelayan bernama Munaf.

Kejadian yang menimpa perahu Munaf (40 th) tersebut terjadi disiang bolong tepatnya sekitar jam 14.00 Wib atau jam 2 siang.

Menurut Bahri, 47, perahu yang biasa dipakai Munaf untuk menangkap ikan dilaut telah menepi ke bibir pantai, "namun, seketika setlah di muara sungai tiba-tiba angin puting beliung menghantam perahu yang biasanya memuat 6 orang tersebut" kata Bahri kepada detak.com, Minggu (31/1/2015).

Akibat hantaman angin secara tiba-tiba dan besar itulah perahu ikan milik Munaf pecah menjadi 2 bagian.

"Untungnya tidak ada korban jiwa" kata Nismat, 31, salah satu warga sambil panik.

Akibat kejadian tersebut, Munaf mendapat kerugian hingga puluhan juta rupiah dan berharap pemerintah Kabupaten pamekasan memberikan santunan akibat hancurnya perahunya tersebut. "Maklum, perahu ini satu-satunya alat untuk mencari nafkah. Jika tidak ada perahu, kami gak bisa makan" kata Munaf lirih.

Sementara itu, Kepala Dinas perhubungan (Dishub) kabupaten pamekasan, Ach Zakir melalui bagian Hubla (hubungan Laut) belum bisa dihubungi. Seluler yang biasa dipakai tidak bisa dihubungi.

Bersambung.

(det/marul/su'ie/alam)

0 comments:

Posting Komentar