BaraJP Minta Rakernas PDI Perjuangan Bahas ‘’Soekarno Bapak Bangsa’’

JAKARTA – Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) meminta Rakernas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) 10-12 Januri 2016 membahas gelar ‘’Bapak Bangsa’’ untuk Presiden Pertama RI Soekarno.
“Sebagai partai yang menghargai sejarah dan kepahlawanan, sudah seharusnya PDI Perjuangan membahas lalu mengusulkan gelar Bapak Bangsa bagi Soekarno,” kata Sihol Manullang Ketua Umum BaraJP di Jakarta Senin (11/1).
Apabila PDI Perjuangan menyadari tugas sejarah, sebagai partai ideologis yang menghargai hasa pahlawan, maka partai berlogo moncong putih jangan ragu mengusulkan gelar tersebut kepada pemerintah.
“Ini tidak ada kaitan dengan kesejarahan PDI Perjuangan yang masih dialiri Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Soekarno. Ini tugas sejarah, jadi bukan karena Megawati Soekarnoputri adalah anak Soekarno,” katanya.
Sihol mengakui, lahirnya BaraJP adalah bagian dari upaya melestarikan dan mengejawantahkan pemikiran Soekarno. Tempat lahir BaraJP di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung 15 Juni 2013, adalah kesengajaan, bukan kebetulan.
Para aktivis yang menggagas BaraJP memilih GIM, karena di gedung itulah Soekarno diadili tahun 1930, dengan pledoi Indonesia Menggugat. “Tanpa malu-malu harus kami akui, BaraJP memang Soekarnois,” tegas Sihol, yang juga anggota Dewan Pakar Persatuan Alumni, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
BaraJP sendiri berusaha menggugah PDI Perjuangan, dengan memasang 100 spanduk ucapan selamat ulang tahun PDI Perjuangan ke 43, dengan kalimat utama “Soekarno Bapak Bangsa.”
Agar aspirasi tersampaikan kepada seluruh peserta Rakernas, BaraJP akan mendatangi lokasi pertemuan para kader banteng moncong putih, membawa spaduk dan membagi-bagikan selebaran ajakan jangan melupakan Soekarno.
PDI Perjuangan juga perlu mempelajari kembali produk-produk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memojokkan Sooekarno. “Gelar Pahlawan Nasional tidak cukup buat Soekarno, harus lebih tinggi dari itu,” tandas Sihol. (dd)

0 comments:

Posting Komentar