Anggaran Meluap, Pengerjaan Proyek Amburadul. Tomas: Masyarakat Harus Reaktif!

Salah satu jalan proyek pengerjaan Dinas PU Bina Marga Pamekasan yang disorot warga. (foto: alam/detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Banyaknya anggaran yang dianggarkan untuk infrastruktur khususnya jalan raya oleh Pemrintahan Jokowi-JK tidak dibarengi oleh kwalitas pengerjaan proyek.

Ya, proyek-proyek utamanya jalan-jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kabupaten pamekasan terus disorot oleh masyarakat karena banyaknya dugaan tidak sesuai dengan bestek yang ada. Bahkan, pembangunan jalan poros di daerah pantura rusak sebelum digunakan.

Hal itulah yang diungkapkan oleh pemerhati kebijakan publik wilayah pantura, Abdussalim syah kepada detak.com.

"Nah, saya lihat pengerjaan proyek dinas PU tidak memperhatikan kwalitas apalagi kuantitas proyek itu sendiri. Ini (pengerjaan proyek) tersebut kayaknya hanya untuk menyalurkan program pemerintah dan untuk menghabiskan dana saja" kritik Dus, panggilan akrab pria kelahiran Sampang ini.

"Banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan pengerjaan proyek ini. Ini perlu ada advokasi dari masyarakat sendiri. Artinya masyarakat harus melakukan reaksi terhadap pengerjaan proyek ini. Bagaimanapun juga pengerjaan proyek tersebut adalah uang rakyat. Maka harus dikawal. Termasuk melaporkan kepada aparat hukum" geram Abdus.

Jika masyarakat tidak melakukan reaksi, lanjut Abdus, maka nantinya dan kebelakangnya, pengerjaan proyek akan semakin parah.

"Maka dalam waktu dekat kami akan mengundang masyarakat untuk melaporkan terkait hal tersebut. Dan kami insyaallah akan membuka pengaduan untuk itu yang akan diteruskan terhadap aparat hukum" ketus Abdus Salam.

"Lebih-lebih yang bermain di proyek ini, ada yang oknum anggota dewan yang seharusnya jadi pengawas. Ada juga yang dari tokoh pemuda yang mengerjakan tidak sesuai dengan besteknya. Lihat saja nanti, kami akan lakukan pelaporan" ancam Abdus Salam.

(dus/det/ahsin)

0 comments:

Posting Komentar