Pilkades Serentak. Masyarakat: Pemkab Belum Siap.

Umbul-umbul Pilkades. (foto: detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan dilakukan 71 Desa di Kabupaten Pamekasan tanggal 16 November 2015 mendatang menuai banyak kritikan dari masyarakat.

Masyarakat menilai bahwa Pemerintah Kabupaten (Poemkab) Pamekasan belum siap untuk menghadapi Pilkades serentak tersebut. Permasalahan-permasalahan yang timbul di desa akan menuai permasalahan baru bahkan bisa jadi akan menimbulkan hal baru hingga kontak fisik diantara pendukung.

"Untuk Pilkades serentak tanggal 16 november mendatang akan rawan bahkan sangat rawan" tutur Abdussalim, tokoh masyarakat Pantura kepada detak.com.

Kerawanan akan muncul, menurut Abdus karena sikap yang ditunjukkan oleh Pemkab pamekasan melalui Kepala bagian Badan Pemberdayaan Masyarak - Pemerintah Desa (Bapemas-pemdes) melakukan pelanggaran sendiri terhadap aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Bupati (perbup).

"Banyak aturan yang menabrak malah Bapemas (Pemdes) sendiri. Ini yang akan memunculkan kerawanan dibawah. Harusnya Bapemas (Pemdes) faham tentang aturan dan tidak menafsirkan Perda/Perbup seenaknya sendiri" tegas Abdus.

Abdus mencontohkan, ada beberapa hal yang Bapemas tidak tegas. "Contohnya waktu pendaftaran dan verifikasi. Disitu jelas pendaftaran dalam waktu 9 hari sedangkan verifikasi 20 hari. Nah disini Bapemas banyak bermain. Dalam salah satu desa pendaftaran dan verifikasi dalam waktui 9 hari untuk mengganjal salah satu calon"

"Sedangkan di daerah (desa) lainnya malah 20 hari untuk verifikasi. Nah ini yang memunculkan kerawanan karena beda persepsi tersebut" kata Abdus.

"Harusnya Bapemas konsekwen dalam penerpan undang-undang. Jika dalam satu desa boleh, maka di desa yang lain harus boleh juga" tegas abdus.

(yan/red/gus)

0 comments:

Posting Komentar