Hari ini Pamekasan Lakukan Pilkades Serentak. Beberapa Desa diisukan Menghangat.

Aparat kemananan bersama salah satu calon kades. (foto: Aji/detak.com).

Pamekasan, Detak.com.

Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak akan diikuti oleh 71 desa di Kabupaten Pamekasan hari ini, Senin tanggal 16 November 2015.

Pilkades yang terdebar di 13 Kecamatan tersebut akan memilih Calon Kepala desa (Cakades) menjadi Kades terpilih oleh rakyat. Diharapkan masyarakat memilih sesuai hati nurani dalam prinsip keadilan di tingkat paling bawah yakni desa.

Perhelatan Pilkades saat ini, merupakan yang pertama di Kabupaten pamekasan yang dilaksanakan serentak karena adanya memberlakukan undang-undang tentang desa. Masyarakat dihimbau untuk melaksanakan Pilkades dengan aman, damai.

Meski begitu, ada beberapa desa yang diisukan agak menghangat di detik-detik pelaksanaan ini. Beberapa desa bahkan sudah terjadi insiden yang dilkatarbelakangi pengejekan yang dilakukan antar pendukung.

Di Desa Larangan Tokkol Kecamatan Tlanakan misalnya. Di Desa terdekat dekat Kota Pamekasan terjadi pemukulan yang dilakukan sekelompok orang karena diduga ada beberapa orang yang 'berteriak' mengatakan bahwa orang yang melewati jalan poros tersebut adalah 'maling'. Padahal setelah di telisik bahwa orang yang lewat tersebut adalah salah satu Calon Kades. Akibatnya beberapa orang dilaporkan terluka dalam inseden siang bolong tersebut.

"Cara-cara yang demikian kan tidak boleh dilakukan. Agar tidak memancing situasi yang tidak diinginkan" ungkap Muhtar, warga setempat.

"Sekarang masyarakat desa Larangan Tokol pilihlah yang baik dari yang terbaik. Jangan pilih cakades yang memprovokasi" tambahnya.

Senada dengan Desa Larangan Tokol. Desa Samiran kecamatan Proppo juga demikian. Isu panas terus dilontarkan oleh 2 calon kades lainnya agar calon incumbent tidak bisa mencalonkan diri. Banyak cara dilakukan yang memancing pendukung menjadi panas.

"Bahwa yang bikin panas di desa Samiran adalah: adanya isu diluar terhadap Smasuri yang dikatakan tidak bisa mencalonkan terkait dengan maslah Ijazah yang diganti menjadi surat keterangan dari Sekolah" ujar Harto.

Harto menjelaskan, bahwa kadang bikin tambah membuat situasi panas adalah adanya beberapa oknum anggota dewan yang membuat situasi tambah memanas. "Harusnya anggota dewan tidak demekian (memanasi)" sesal Harto.

"Makanya dihimbau kepada msyarakat Desa Samiran untuk fokus kepada pemilihan Kades ini. Pilihlah sesuai dengan hati nurani. Masalah administrasi yang berkaitan dengan hukum itu nanti aparat hukum yang bertindak. Khusus saat ini masalah pilkades dulu harus sukses. Dan kepada diluar sana jangan manasi situasi" kata Harto.

Hal senada disampaikan oleh Allif wargha desa Waru barat Kecamatan Waru. Dia mengungkapkan bahwa Pilkades Waru Barat saat ini adalah pilkades yang bisa dikatan paling seru. "Selain calonnya ada empat. Juga karena semua calon ada kans untuk menang. Tidak seperti sebelumnya yang selalu dimenangkan oleh Zainal Fatah (kades Zein) dengan mudah"

"Untuk saat ini kayaknya sama-sama kuat. Cuma isu panas yang dikatakan di daerah lain mudaj-mudahan tidak sampai kesini (Waru Barat).

(lam/yan/gus/lif/sam)

0 comments:

Posting Komentar