Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Mustofa Akan Dipolisikan!

Ilustrasi Pilkades. (foto: Sahur).

Sampang, detak.com.

Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Tobai tengah kecamatan Sokobanah menyisakan riak-riak. Informasinya, Hj. Marina selaku salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) akan menggugat salah satu calon yang memenangkan Proses Pemilihan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2015 lalu.

Tak tanggung-tanggung mantan Kades Periode Tahun 2008-2015 tersebut akan menggandeng Pengacara untuk melakukan gugatan hukum kepada instansi penegak hukum.

"Dugaan saya sementara, bahwa Mustofa menggunakan ijazah Aspal (asli tapi Palsu) pada saat pendaftaran kemarin" kata Marina melalui juru bicara keliarga, H.Sutowi.

"Informasinya, bahwa Ijazah yang dipakai sebetulnya tidak disahkan oleh Kemendiknas Kabupaten pamekasan maupun kantor wilayah Jawa Timur" tambah Sutowi.

Sutowi juga mengungkapkan, bahwa banyak kejanggalan yang dimiliki oleh Mustofa. Selain Ijazah yang diduga apal, penggunaan KTP dan KK informasinya tidak sama nomor NIK-nya. "Nah harusnya NIK KTP dan KK kan harus sama. Jika tidak sama maka patut dicurigai bahwa persyaratannya tidak memenuhi persyaratan.

"Itu yang harus diusut tuntas" tangkas Sutowi.

Kenapa Mustofa bisa lolos dalam penjaringan pencalonan?, dihubungi terpisah, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Tobai Tengah, muksin menjelaskan bahwa terkait dengan penggunaan ijazah maupun persyaratan lainnya, pihak panitia tidak berhak untuk menolak atau memalsukan data dimaksud.

"Tugas panitia adalah menerima semua persyaratan yang sudah disesuaikan dengan poin-poin yang ada di Perda maupun Perbup. Nah apabila ada keraguan tentang keabsahan maupun keasliannya itu bukan wewenang kami. Itu wewenang lembaga hukum"

"Jadi kalau salah satu pihak ada yang merasa dirugikan silahkan lapor. Jangan bawa-bawa panitia. Panitia hanya akan menyampaikan apa adanya" tegas Muksin.

"Untuk itu, jika salah satu pihak sudah merasa dirugikan atau bahkan sudah mempunyai data pembanding dalam keabsahan suratnya, silahkan tempuh jalur lain (hukum_). Tugas kami sudah hampir selesai karena proses pilkades bisa dikatakan sukses" tambahnya.

Sementara itu, Advokat M. Alfian pada saat dikonfirmasi membenarkan dirinya, sudah ditunjuk menjadi PH (Penasehat Hukum) dari HJ. Marina. "Benar, kantor kami sudah ditunjuk sebagai lawyer oleh saudari Hj. Marina" kata Alfian melalui pesan singkat kepada detak.com.

Langkah-langkah apa yang akan dipakai oleh alfian?.

"Terus terang langkah kami tidak akan di ekspose terus. Tapi yang jelas akan melakukan koordinasi dengan semua pihak yang ada kaitannya dengan ijazah tersebut. Utamanya kepada pihak sekolah uang mengeluarkan ijazah paket B tersebut. Apalagi informasinya bahwa Ijazah paket B-nya terduga diperoleh didaerah pamekasan"

"Jadi koordinasinya akan lebih enak" tangkas pengacara kelahiran Sampang yang menetap di Kabupaten Pamekasan ini.

"Jika menemukan semua yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, pastinya kami akan mengawal kasus tersebut hingga adanya ketetapan hukum" ujarnya.

(yan/red/gus)

0 comments:

Posting Komentar