Penemuan Amunisi di Desa Pancor, Warga Curiga Masalah Pilkades.

Ruangan Kapolres Sampang, Budi Mulyanto, S.IK (foto.detak.com).

Sampang, detak.com.

Penemuan amunisi senjata api oleh warga desa Pancor Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang diduga karena ditembakkan oleh warga kepada warga lainnya yang diduga karena adanya perselisihan anata pendukung Pemilihan kepala Desa (pilkades) didesa tersebut.

Dugaan tersebut disampaikan oleh salah satu warga Dusun Sumber Langgar desa Pancor. "Informasi penemuan amunisi aktif itu memang benar adanya. Dan masyarakat banyak tau siapa yang menembakkan peluru (amunisi) itu" kata warga yang namanya minta disamarkan kepada detak.com, kemarin, Rabu (21/10/2015).

Menurut warga yang juga berprofesi sebagai salah satu anggota LSM ini, bahwa amunisi tersebut ditembakkan oleh salah satu pendukung ke pendukung lainnya karena ketidaksamaan pandangan terkait proses Pilkades desa.

"Jadi pendukung satunya, informasinya mendukung AS, diduga pendukung AS ini mau menyebarkan uang untuk membeli suara masyarakat. Nah karena ketahuan oleh pendukung lawan pihak pemberi uang ini dikejar dan pada saat pengejaran itu pihak pemberi uang itu dirampas sajamnya sejenis celurit"

"Kemudian, karena celurit sudah dirampas, mungkin karena terdesak orang tersebut akhirnya menembakkan peluru ke udara layaknya Polisi" tambahnya.

Jadi jika disediki, tambahnya, Polisi tidak akan kesulitan untuk mencari pemilik sekaligus penembaknya. "Soalnya banyak yang tau pada saat itu (penembakannya" jelasnya.

Untuk informasi, beberapa hari lalu, masyarakat Pancor digegerkan dengan penemuan amunisi aktif yang diduga ditembakkan dan digunakan oleh warga desa setempat untuk kontradiktif dengan pendukung lawan. Sampai saat ini penemuan barang mematikan sepanjang 3,8 Centimeter tersebut masih ditangani secara intensif oleh Polres Sampang.

Kapolres Sampang, Budi Mulyanto, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Heri Siswo berjanji akan mengusut penemuan barang tersebut. "Sekarang dalam tahap penyidikan" kata Hari pada saat itu.

(yan/red)

0 comments:

Posting Komentar