KF Tak Terlaksana di Tahun 2015, Garuda RI Kritik Disdik Pamekasan.

Ketua LSM Garuda RI Kabupaten Pamekasan, Slamet Readi (foto: detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Sebanyak 27.000 Masyarakat yang termasuk katagori Buta aksara tak bisa mengikuti Program KF (Keaksaran Fungsional) Kabupaten Pamekasan tahun 2015. Pasalnya, Program KF yang merupakan program Nasional untuk pemberantasan buta aksara belum ada kejelasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hal itulah yang membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bertanya-tanya keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk mengawal program tersebut. "Kami menilai bahwa yang dilakukan oleh Disdik Kabupaten Pamekasan tidak serius mengawal program tersebut" Ujar Slamet, ketua DPD Garuda RI Kabupaten pamekasan, Rabu (28/10/2015).

"Jika Disdik memang betul-betul serius maka saya yakin program tersebut akan terlaksana sesuai jadwal. Namun karena pihak Disdik tak serius maka sebanyak 27.000 masyarakat yang buta aksara akan tidak bisa mengikuti program tersebut. Ini naif" kata Slamet.

Untuk hal tersebut, sambung Slamet, pihaknya akan melakukan klarifikasi secara langsung kepada Disdik Kabupaten Pamekasan. "Jika ada faktor kesengajaan, maka kami Garuda RI akan melakukan advokasi kepada pihak berwajib" tutup Slamet.

Sebagaimana diketahui, Suyud selaku Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Luar sekolah (PLS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pamekasan menuturkan, bahwa Program KF Kabupaten Pamekasan yang bisa diselenggarakan dengan jumlah Masyarakat miskin sekitar 27.000 orang dipastikan tidak bisa mengikuti program tersebut karena belum ada kejelasan dari Pemprov Jawa Timur terkait dengan jumlah anggaran yang akan digunakan. Akibatnya, 27.000 terpaksa gigit jari untuk keluar dari buta aksara yang selama ini melekat kepada mereka.

(yan/gus/red)

0 comments:

Posting Komentar