Kasus Perceraian Terus Meningkat.

Beberapa orang menunggu Sidang Perceraian. (foto: detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Kasus firoq atau perceraian di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan terus meningkat. Ada banyak alasan yang disampaikan penggugat untuk memutus tali pernikahan dengan pasangannya. Yang paling banyak diduga karena dilatar belakangi rasa cemburu atau perselingkuhan.

"Memang yang banyak melakukan gugatan cerai adalah karena cemburu dan selingkuh" Kata Salah satu panitera PA Kabupaten Pamekasan, Rofi'ah, S.ag kepada detak.com beberapa waktu lalu.

Selain itu, pasti setelah disidang banyak yang menyampaikan ketidakcocokannya dengan suami atau isterinya. "Itu (alasan ketidak cocokan menjadi alasan yang ketiga dalam persidangan disini (PA)" tambahnya.

Lianti Wiltasari (25), wanita asal kecamatan Pasean ini menggugat suaminya karena rasa cemburu dengan kelakuan suaminya yang diduga sering menelfon cewek. "Saya menggugat suami saya karena saya cemburu" ujar Lianti.

sekedar diketahui, untuk proses persidangan di PA adalah prosesnya sebagai berikut:  setelah pendaftaran penggugat baik suami atau isteri didaftarkan oleh panitera PA untuk dijadwalkan kapan sidangnya. Setelah itu sidang pertama adalah Mediasi (ishlah) anatara penggugat dan tergugat. Jika tidak ditemukan kata sepakat dalam ishlah maka sidang lanjutan gugatan, baik Gugat Cerai (dari Isteri) atau permohonan talak (dari Suami) akan dilanjutkan oleh Majelis Hakim.

Kemudian setelah sidang dilanjutkan, hakim akan memeriksa saksi-saksi baik penggugat dan tergugat. Setelah itu vonis atau putusan ditolak atau dikabulkan sesuai dengan fakta-fakta dipersidangan utamanya keyakinan Hakim dalam memeriksa gugatan tersebut.

(yan/red)



0 comments:

Posting Komentar