Headlines News :
Home » » Tiga Srikandi Menjadi Motor Merebut Kedaulatan Udara NKRI

Tiga Srikandi Menjadi Motor Merebut Kedaulatan Udara NKRI

Written By Unknown on Kamis, 17 September 2015 | 02.16

JAKARTA - Tiga perempuan/srikandi pakar dan praktisi navigasi nasional, menjadi motor merebut kedaulatan udara sekitar Kepulauan Natuna yang selama ini dikenal sebagai Sektor ABC, yang masih dikuasi Singapura dan Malaysia.
Ketiganya menjadi motor pembentukan Kelompok Perencanaan Penerbangan Indonesia (KP3I) di Bandung Rabu (15/9), yang melibatkan semua pihak yang terkait dengan navigasi udara di Indonesia.
Ketiganya adalah Direktur Keuangan Perum AirNav Indonesia, Rita Widayati, Kasubdit Standarisasi Sertifikasi dan Navigasi Penerbangan Ditjen Hubud Kemenhub, Dini Nurdiani, dan Direktur Services Development & IT AirNav, New In Hartaty Manullang.
KP3I merancang perumusan grand design master plan penerbangan nasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendukung aspek pertahanan dan keamanan negara.
Target awal KP3I adalah menata penerbangan hingga menyentuh kawasan terpencil, sekaligus pengambil-alihan wilayah ruang udara sekitar Kepualauan Natuna, yang sudah diinstruksikan Presiden Jokowi direbut dalam tiga tahun.
"Sesuai roadmap, AirNav Indonesia siap mendukung pemerintah mengambil alih sektor ABC dalam waktu satu tahun. Jika dalam setahun ini kita memodernisasi peralatan, kita optimistis bisa," kata New In Hartaty.
Rita Widayati dan New In Hartaty mengatakan, kesiapan AirNav mengambilalih kedaulatan udara NKRI, menjadi langkah konkret AirNav mendukung road map transformasi BUMN dalam lima tahun yang sudah disusun Menteri Rini Soemarno.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, dalam tiga tahun ini Indonesia harus bisa merebut kembali kedaulatan udara NKRI di sekitar Kepulauan Natuna dan Batam yang selama ini dikuasai Singapura dan Malaysia.
Menko Maritim, Rizal Ramli dan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu turut merespons lantaran kini Indonesia sudah memiliki alat canggih.
New In Hartaty mengatakan, pengambilalihan sektor ABC bukan sekadar aspek pelayanan, tetapi juga martabat bangsa berdaulat. Maka lobi-lobi antarnegara juga perlu dilakukan agar bersamaan menegakkan kedaulatan.
Area termasuk Sektor A adalah wilayah di bagian utara Singapura, Sektor C mencakup bagian utara, dan Sektor B daerah sekitar Laut Cina Selatan. Pengelolaan tata ruang udara Sektor C (ketinggian di atas 24.500 kaki) dilakukan Singapura, sedangkan ketinggian di bawah 24.500 kaki, dikelola Malaysia. (fs)

Caption:

Share this post :

Posting Komentar