Headlines News :
Home » » Tak Bisa Bayar dan Takut Ada masalah, 3 Ribu ton Raskin Gak Ditebus Kades.

Tak Bisa Bayar dan Takut Ada masalah, 3 Ribu ton Raskin Gak Ditebus Kades.

Written By Unknown on Rabu, 23 September 2015 | 09.27

Ilustrasi raskin. (detak.com).

Sebanyak lebih 3000 ton beras raskin tidak ditebus oleh Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Pamekasan. Kabarnya, tidak ditebusnya beras tersebut karena kadestidak punya dana untuk menebus dan sebagian karena takut ada masalah.

"Tidak ditebusnya raskin tersebut karena kades banyak yang tidak punya uang untuk menebus" kata Mantan ketua Ikatan Kepala Desa (Ikasa) Kecamatan Proppo, Moh. Tamyis.

"Karena untuk menebus raskin uang itu tidak sedikit. Bisa puluhan juta. Sementara aturan yang dipakai di Bulog sistem cash an Carry. Kemudian dari masyarakat masih lama kumpulnya (uang)" tambah Tamyis.

Apalagi, kata Tamyis pengumpulan dana dari masyarakat atau warga tidak bisa cepat. "Namanya juga masyarakat. Ada yang punya uang ada yang tidak. Nah resikonya juga ke desa ketika ada yang sangat miskin" ungkap mantan Kades Samatan ini.

Pria yang sekarang isterinya menjabat kades Samatan ini juga berpendapat, bahwa banyaknya raskin tidak ditebus di Perum Bulog karena adanya ketakutan dari para Kades adanya masalah dikemudian hari.

Menurut mantan calon legislatif ini, banyaknya maslah ditingkat bawah atau desa karena kades dalam situasi dilema. "Dalam arti delemanya, kalau misalnya kades yang nalangin (uang raskin) maka konskwensinya ada yang juga tidak dibayar oleh warga."

"Yang paling ditakutkan adalah efek hukum apabila sudah ditebus oleh kades, kemudian rakyat tidak nebus. Kemudian kalau tidak ditebus lalu dikemanakan beras tersebut.? Jika dijual jadi masalah, jika tidak lalu bagaimana" tanya Tamyis.

"Maka dari itu raskin itu selalu bermasalah" tutup Tamyis.

(yan/red)
Share this post :

Posting Komentar