Headlines News :
Home » » Sebagian Petani Tembakau Masih Mengaku Rugi

Sebagian Petani Tembakau Masih Mengaku Rugi

Written By Unknown on Rabu, 02 September 2015 | 06.59

Hamparan tanaman tembakau di desa tagangser laok. (dok: detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Labilnya harga tembakau rajangan Madura di pabrikan rokok membuat petani mengaku merugi akibat tidak imbangnya antara biaya produksi dengan harga jual. Harusnya harga tembakau rajangan Madura minimal di kisaran harga Rp 50.000.

"Jika mengacu kepada biaya tanam, perawatan dan biaya lainnya maka harga tembakau harusnya lebih dari Rp 50 ribu" kata Hamid (30), anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Waru, Rabu (2/9).

Padahal saat ini, harga tembakau malah cuma dikisaran Rp 24 ribu- Rp 45 ribu. "Malah ada pabrikan yang yang bisa ngambil harga di kisaran dibawah Rp 24 ribu. Ini kan sangat merugikan petani"

"Untuk itu, kami meminta kepada Bupati Pamekasan perlu melakukan tataniaga tembakau secara masip. Khususnya untuk tahun depan agar tidak terjadi ketimpangan harga antara biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani dengan harga beli yang ditentukan sepihak oleh Pabrikan" jelas Hamid.

Hamid juga menyinggung besarnya gandol atau pengambilan sampel pada saat penimbangan. "Informasinya bahwa "cabut contoh" itu bisa sampai 3 kg setiap bal-nya itu kan sadis namanya"

"Pokoknya harus ditata ulang tata niaga itu (sistem jual-beli tembakau rajangan)" pungkas Hamid.

(yan/tim)
Share this post :

Posting Komentar