Headlines News :
Home » » Petani Kecewa Pabrikan Tembakau Abaikan cuaca Bagus.

Petani Kecewa Pabrikan Tembakau Abaikan cuaca Bagus.

Written By Unknown on Sabtu, 19 September 2015 | 10.43

Ilustrasi tembakau (detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Meski cuaca di Pamekasan cerah dan sangat baik untuk tata pertanian tembakau sejak pembibitan hingga panen, tak membuat gudang atau Pabrikan tembakau yang tersebar di Kabupaten Pamekasan membeli tembakau rajangan Petani dengan tinggi. Malah yang ada sebaliknya.

Tembakau rajangan petani dibeli dengan harga acuan pabrik dikisaran Rp 30 - Rp 38 ribu rupiah.

"Ini sangat merugikan kepada Petani" ujar H. Samadin pedagang sekaligus Petani tembakau asal kecamatan Proppo.

"Jika melihat dari faktor cuaca, maka harga tembakau tidak seharusnya turun. Malah harus naik" katanya.

Tahun ini, menurut Samadin, harga tembakau harusnya mendekati harga Rp 50 ribu. "Jika mengacu kepada pembelian awal, maka harusnya petani tambah untung. Soalnya diharga awal (daun bawah) harga sudah bisa diangka Rp 40 ribu. Masak setelah daun atas harganya tambah turun. Padahal cuaca terus baik dan panas" ujar Bapak 2 cucu ini.

"Ini membenarkan kata-kata orang sebelumnya, bahwa petani hanya dijadikan sapi perahan oleh Pabrikan atau gudang. Anehnya pemerintah kabupaten pamekasan diam saja"

Samadin juga mengkritisi banyaknya LSM sebagai pemantau tata niagar tembakau Pamekasan. "Saya kaget juga ketika ada LSM katanya sebagai pemantau. Tapi tidak pernah terlihat digudang. Jika ada kayaknya cuma absen. Apa karena cuma mau honornya ya?" tanya Samadin.

Samadi juga berharap, Pemkab Pamekasan segera mencari cara agar tata niaga tembakau untuk tahun berikutnya agar klebih baik.

"Dan jika bisa penentuan harga ditentukan diawal masa tanam. Dan itu harus ada perjanjian dengan gudang atau pabrik" tutup Samadin.

()an/tim)
Share this post :

Posting Komentar