Headlines News :
Home » » Mengaku Dinikahi Ayahnya, Nabiya Minta Ganti Rugi Rp 20 juta!

Mengaku Dinikahi Ayahnya, Nabiya Minta Ganti Rugi Rp 20 juta!

Written By Unknown on Minggu, 06 September 2015 | 14.11

Stand toko yang kuasai Nabiya di pasar 17 Agustus Pamekasan. (foto: detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Agus (45) sangat terpukul atas apa yang dilakukan oleh Nabiya (55), wanita yang mengaku dinikahi oleh ayahnya, Soekarsan (alm). Bagaimana tidak, toko stand peninggalan satu-satunya dari ayahnya dengan sepihak dikuasai oleh Nabiya.

Stand yang berada di pasar 17 Agustus Pamekasan tersebut, semenjak meninggalnya Soekarsan dikuasai sepihak tanpa ada pemberitahuan dan musyawarah kekeluargaan dengan semua ahli waris yang sah. Padahal anak-anak Soekarsan dari pernikahan resminya berjumlah 6 orang. Dan semuanya masih hidup.

"Saya heran kok stand bapak saya diambil oleh buk Ya (sapaan akrab B. Nabiya)" kata Agus kepada detak.com, minggu (6/9).

"Padahal pasar itu (stand) sebelum bapak meninggal suruh kelola ke saya sebagai anak tertua dan kebetulan satu-satunya yang tinggal di pamekasan" tambah Agus.

"Untuk itu saya meminta kepada Disperindag Kabupaten Pamekasan untuk memindahkan hak pakai pasar tersebut kepada saya. Karena semua saudara sudah menguasakan kepada saya" tambah Agus.

Sebelumnya, kata agus, dia dimintai administrasi sejumlah Rp 1,5 juta untuk perpanjangan kontrak stand tersebut. "Namun anehnya hak pakai pasar tersebut dikuasai oleh B. Ya" kritik agus.

Nabiya, pada saat dikonfirmasi oleh detak.com menyampaikan, bahwa jika agus mau memiliki ruangan stand tersebut harus memberikan uang Rp 20 juta. "Jika tidak ada uang Rp 20 juta maka pasar tersebut dibagi dua saja. Pokoknya saya minta Rp 20 juta" paksa Buk Ya.

Sedangkan Agus sudah bermurah hati untuk memberikan tali asih kepada manta ibu tirinya tersebut. "Saya hanya bisa ngasih tali asih Rp 5 juta saja. Itupun bukan untuk beli stand. Tapi saya juga kasian saja sama dia (B. Ya)" jawab Agus.

Sementara itu, Kepada Disperindag Kabupaten Pamekasan, DRS Bambang menyampaikan bahwa hak pakai stand tersebut harus dimusyawarahkan antara pihak anak (ahli waris) dengan buk ya. "Jika sama-sama ngotot maka stand tersebut saya ambil alih" tegas Bambang.

(yan/tim/tar/bar)
Share this post :

Posting Komentar