Headlines News :
Home » » Gratifikasi kepada Rini Soemarno, Dibantah

Gratifikasi kepada Rini Soemarno, Dibantah

Written By Unknown on Rabu, 23 September 2015 | 07.26

JAKARTA - Kementerian BUMN membantah tuduhan gratifikasi kepada Menteri BUMN Rini Soemarno oleh RJ Lino yang dilontarkan oleh anggota DPR dari PDIP, Masinton Pasaribu, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Tidak benar bahwa Ibu Menteri menerima perabot rumah tangga seperti dituduhkan,” ujar Kepala Bagian Komunikasi Publik Kementerian BUMN, Teddy Poernama di Jakarta Selasa (22/9).
Teddy Poernama menegaskan, tuduhan tersebut mengada-ada dan tidak memiliki bukti, sehingga hal ini perlu diluruskan supaya publik jangan menerima informasi salah.
Teddy mengungkapkan, selama ini Menteri BUMN tidak pernah tinggal di kediaman resmi Jalan Widya Chandra IV 15 Jakarta Selatan, tetapi tinggal di kediaman pribadi.
Sedangkan rumah jabatan, dijadikan tempat aktivitas para anggota Darma Wanita Kementerian BUMN dan Ikatan Isteri Pimpinan BUMN (IIP BUMN). Menteri BUMN adalah pembina kedua organisasi tersebut.
“Memang ada 15 lukisan karya Ny Betty RJ Lino, yang dipajang di rumah yang digunakan sebagai tempat pertemuan anggota Darma Wanita dan IIP BUMN,” ungkapnya.
Seluruh barang dan perabot di rumah yang menjadi jatah menteri BUMN, adalah inventaris negara dan dikelola oleh Kementerian Sekretaris Negara. Rumah jabatan ini diserahterimakan kepada Biro Umum Kementerian BUMN pada tanggal 20 Oktober 2014.
"Rumah jabatan tersebut sejak zaman menteri BUMN Dahlan Iskan pada tahun 2012, hingga saat ini tidak pernah ditempatu, karena Dahlan Iskan juga tinggal di kediaman pribadi.
“Karena tak ada penghuni, rumah terasa kosong dan hampa. Melihat hal tersebut, Ny Lino dalam kapasitasnya sebagai ketua Ikatan Isteri Pimpinan BUMN yang mempunyai hobi melukis, berinisiatif memajang lukisan karyanya agar ruangan terlihat lebih asri,” papar Teddy.
Selain lukisan, Maret 2015, Betty Lino juga menempatkan satu set sofa dan beberapa barang lain. “Pada saat itu pengadaan sofa baru masih dalam proses lelang. Beberapa pekan kemudian, secara bertahap rumah dinas itu dipenuhi furniturnya,” kata Teddy.
Sofa dan peralatan lainnya akan dikembalikan kepada Pelindo II, sebab status barang-barang tersebut adalah inventaris Pelindo II. "Di Rini Soemarno, rumah jabatan digunakan sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan," pungkas Teddy Poernama. (dd)
Share this post :

Posting Komentar