Headlines News :
Home » » Disperindag Galau, Honor Untuk Pemantau Masih Cari Hutang.

Disperindag Galau, Honor Untuk Pemantau Masih Cari Hutang.

Written By Unknown on Selasa, 29 September 2015 | 21.00

Kabid Perdagangan Hendra Gunawan sedang menghitung uang untuk honor Pemantau tembakau. (foto: slamet/detak.com).

Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten pamekasan mengaku galau terhadap masih belum turunnya dana honorarium bagi pemantau jual-beli tembakau tahun 2015. Untuk menutupi hal tersebut pihak Disperindag mengaku masih mencari hutangan untuk menutupi uangg honor bagi pemantau.


Kepala Disperindag melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Hendra Gunawan mengaku persoalan tersebut karena uang yang dari pemerintah untuk pemantau belaum cair. "Maka dari itu, untuk membayar mereka (pemantau) kami masih cari hutangan" ujar Hendra ketika ditemui dikantornya dijalan Jokotole Pamekasan.

Hendra mengaku pusing terhadap maslah tersebut.

"Pokoknya aku pusing mikirnya" tambah Hendra.

Untuk diketahui, bahwa untuk memantau sistem tata niaga jual-beli tembakau Madura, khusus musim tembakau saat ini, pihak Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pamekasan melalui Disperindag menggandeng pemantau untuk melakukan monetoring dan pengawasan terhadap sistem jual-beli digudang tembakau. Meski hasilnya tidak maksimal, pemantau tetap dianggarkan oleh Pemda pamekasan. Uang puluhan juta rupiah dikeluarkan oleh Pemda untuk membiayai tim ad hock ini agar bisa berperan atas sistem jual beli tembakau Madura di Pemekasan.

Sementara itu, ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Pamekasan, M. Alfian Al-Muhdhar sangat menyayangkan atas keberadaan tim pemantau yang tidak berfungsi secara baik. Alfian menduga keberadaan lembaga tersebut hanyalah akal-akalan semata antara pihak Disperindag-oknum LSM dan pihak Gudang.

"Dan permasalahan ini otaknya adalah Disperindag. Dan secara substansialnya Disperindag harus bertanggung jawab terhadap anggaran tersebut. Dan HKTI akan mengawal masalah ini"

"Termasuk kalau ada pelanggaran sistem, HKTI Pamekasan akan melaporkan pihak-pihak tersebut kepada pihak yang berwajib. Karena ini kayaknya cuma akal-akalan semata terhadap penggunaan anggaran ini" tutup alfian.

(yan/gus/det)
Share this post :

Posting Komentar