Headlines News :
Home » » Dana Pensiun Suami Dipending, Bu Jalil Tuduh PDAM Tak Profesional.

Dana Pensiun Suami Dipending, Bu Jalil Tuduh PDAM Tak Profesional.

Written By Unknown on Kamis, 03 September 2015 | 10.05

Bu Jalil (Kristina Ningsih) bersama mendiang Suaminya. (foto. Dok: Keluarga Kristina N).

Pamekasan, detak.com.

Sungguh miris apa yang dialami Kristina Ningsih (43), selain menanggung biaya 2 anaknya yang menginjak dewasa, Kristin (sapaan akrabnya) dibingungkan oleh sikap Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) tempat suaminya mengabdi selama hampir 21 tahun yang tidak segera mencairkan hak-hak suaminya baik sebagai mantan pegawai PDAM ataupun sebagai pribadi Pegawan Negeri Sipil (PNS).

Padahal, menurut Kristin harusnya pihak PDAM tidak melakukan upaya-upaya yang bisa dikatakan mengambil hak-hak orang lain. "Ini PDAM kayaknya memang sengaja mengulur-ngulur waktu untuk mengambil hak kami sebagai ahli waris yang sah dari suami saya, Almarhum Mohammad Jalil" kata Kristin, kepada detak.com, Rabu (2/9).

"Kami sudah dipingpong terus untuk mendapatkan hak kami. Ini yang dilakukan oleh PDAM tidak profesional sebagai lembaga publik. Ini saya sangat kecewa" tambahnya.

"Padahal yang kami urus adalah uang kewajiban perusahaan kepada kami. Bukan kami meminta secara pribadi kepada PDAM" kata wanita berkerudung ini.

Kami meminta, tambah dia, PDAM untuk segera mencairkan uang yang berupa hak-hak suaminya yang meninggal tahun 2013 tersebut karena untuk membiayai kedua anaknya yang sudah menginjak dewasa. "Artinya uang-uang tersebut bukan untuk saya pribadi" pungkasnya.

Ditempat terpisah, Moh. Iskandar, salah satu direktur PDAM Kabupaten pamekasan menjelaskan, bahwa semua pencairan atas nama Almarhum Mohammad Jalil sudah sesuai dengan prosedur. "Jika ada keterlambatan adalah karena murni administrasi" kata Iskandar dikantornya, jalan Kabupaten beberapa waktu lalu.

"Dan saya tidak bisa menekan, karena diatas saya masih ada pak Agus (Direktur PDAM" kata Iskandar singkat.

(yan/slamet/tim)
Share this post :

Posting Komentar