Headlines News :
Home » » Cuaca Masih Bagus, Harga Tembakau Malah menukik Turun.

Cuaca Masih Bagus, Harga Tembakau Malah menukik Turun.

Written By Unknown on Sabtu, 12 September 2015 | 10.24

Hamparan tembakau di desa Bettet - Kecamatan Kota Pamekasan. (foto: detak.com).

Pamekasan, detak.com.

Meski cuaca masih cerah-bagus hingga kwalitas tembakau madura khususnya Pamekasan baik tak membuat tembakau rajangan membaik. Malah sebaliknya.

Pantauan detak.com, untuk tembakau rajangan di daerah pegunungan semisal di desa Tampojung kecamatan Waru yang harga semula di kisaran Rp 45 ribu rupiah saat ini malah dibawah Rp 40 ribu. "Di daerah saya harga sekarang malah turun. Padahal tembakau disini terkenal bagus" kata Ali (56) pria Asli Desa Tampojung Gua kepada detak.com, Sabtu (12/9).

Menurut Ali, harga yang demikian sangat tidak wajar mengingat harga sebelumnya masih diatas Rp 40 ribu. "Nah harusnya sekarang harus lebih tinggi karena sekarang daun yang bagian atas. Artinya tidak ada klaras (yang kering di batang)" tambahnya.

"Kayaknya ada permainan di tingkat gudang. Untuk itu kepada dinas terkait untuk melakukan inspeksi kepada gudang-gudang itu untuk melihat langsung apa kejadian dilapangan. Jika ditemukan hal yang kurang beres apalagi mengarah kepada pemanfaatan yang merugikan Petani, Pemkab pamekasan harus mengambil tindakan"

"Tindakan yang dimaksud adalah, bisa jadi untuk pemanggilan sebagai bahan klarifikasi kepada gudang-gudang tersebut" tegas pria yang sudah puluhan tahun menanam tembakau ini.

Ditempat terpisah, ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten Pamekasan, M. Alfian menyampaikan, bahwa permainan jual-beli tembakau sudah terjadi sejak lama. "Namun pemerintah Kabupaten pamekasan kayaknya diam. Malah kalau bisa saya katakan Pemkab sudah masuk sebagai Katagori Mafia tembakau" ujar Alfian.

Mafia, menurut pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, karena Pemkab Pamekasan seakan-akan membiarkan apa yang terjadi dibawah dengan sistem setor yang terbilang dibawah tangan.

"Untuk itu, sangat sulit untuk mengurus secara benar tata niaga tembakau pemekasan. Karena pemkabnya Mandul. Mandul terkait dengan tembakau ini"

"Tidak ada terobosan yang bisa menjadi penyeimbang atau penyambung lidah antara petani dengan pihak gudang" jelas Alumnus Pendidikan Khusus Profesi advokat (PKPA) Universitas Air Langga (Unair) 2011 ini.

(yan/tim)
Share this post :

Posting Komentar