Headlines News :
Home » » Ayah Meninggal, Kios Pasar Saling Rebut dengan Ibu Tiri.

Ayah Meninggal, Kios Pasar Saling Rebut dengan Ibu Tiri.

Written By Unknown on Kamis, 17 September 2015 | 07.19

Kios di pasar 17 agustus Pamekasan. (detak.com)

Pamekasan, detak.com.

Sama-sama merasa memiliki hak atas kios Pasar 17 Agustus Pamekasan, Agus (42) yang merupakan anak kandung Soekarsan (alm) ingin merebut kios pasar yang dikuasai oleh Buk Ya (56) yang tidak lain adalah mantan ibu tirinya.

Agus beralasan bahwa kios yang terletak di blok selatan pasar 17 Agustus itu merupakan peninggalan ayahnya yang meninggal beberapa waktu lalu. Sementara Buk Ya merasa bahwa kios tersebut merupakan hasil jerih payahnya ketika berjualan jual pakan burung yang dirintis dengan mantan suaminya sejak 2007 silam.

"Pokoknya saya mau menempati kios tersebut" ujar Agus kepada detak.com.

Jika tidak, maka dia dan keluarganya akan melakukan segala upaya untuk mendapatkan tempat tersebut. "Sementara semua saudara saya sudah memberikan kuasa ke saya untuk mengurus kios pasar tersebut" tambah Agus.

Agus menceritakan, bahwa Kios yang terletak di Blok selatan bagian depan tersebut merupakan kios yang sudah dititipkan atau diwariskan oleh ayahnya,Soekarsan sebelum meninggal dunia. Maka dari itu dia dan keluarganya tetap akan menggunakan segala upaya untuk segera mengambil dan meneruskan hak pakainya kepada Dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Pamekasan.

Dia juga menyampaikan, bahwa pihak Disperindag sudah meminta uang administrasi untuk meneruskan sewa pakai kios tersebut. "Dan saya sudah bayar uang administrasi kepada pihak Disperindag Rp 1,5 juta rupiah. Dan saya ada buktinya" jelas agus.

Untuk itu, pintanya, supaya hak sewa pakai diberikan kepada dia sebagai ahli waris sah dari Soekarsan. "Apalagi adik saya jumlahnya 5 orang. Dan dia (B. Ya) tidak punya anak dengan bapak saya. Makanya menurut saya tidak bisa sebagai penerus kios tersebut" pungkas Agus.

Sementara itu, Buk Ya pada saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kios tersebut merupakan hasil jerih payahnya dengan mantan suaminya, Soekarsan yang sebelumnya hanya ada di emperan pasar. "Jadi pasar (kios) tersebut bukan langsung kami dapat. Saya di pasar itu sejak tahun 2004 namun baru diberikan hak pakai sekitar tahun 2007"

Untuk itu jelasnya, bahwa sewa pakai yang dia dapat dari suaminya merupakan hak berdua. "Kalau suami saya meninggal, maka yang haka sebagai penerus hak pakainya adalah saya. Karena ini yang berjuang saya. Bukan anaknya" kata Buk Ya ketika ditemui di rumahnya jalan Pintu Gerbang kabupaten Pamekasan.

Ditempat terpisah, Disperindag Kabupaten Pamekasan melalui humasnya, M. Ponco menjelaskan, bahwa permasalahan anatara Agus dengan Buk Ya harus diselesaikan secara kekeluargaan. "Rembuk dibawah. Kalau sesuai aturan sewa hak pakai tidak bisa diwariskan. Namun pihak dinas masih bisa toleransi asalkan ada musyawarah mufakat antara si Agus sebagai anak dari Pak Karsan (Soekarsan) maupun Buk Ya sebagai janda dari Almarhum " jelas Ponco.

"Jika dalam waktu 3 bulan setelah kematian Almarhum belum ada kesepakatan, maka sesuai aturan kios tersebut akan diambil alih oleh Dinas (Disperindag)" kata Ponco.

"Makanya cepat diselesaikan. Takut semuanya rugi" papar Ponco dikantornya, jalan Jokotole Pamekasan.

(yan/team)
Share this post :

Posting Komentar