Headlines News :
Home » » Artha Graha Network Perkuat Industri Baja Nasional

Artha Graha Network Perkuat Industri Baja Nasional

Written By Unknown on Selasa, 01 September 2015 | 18.13

Artha Graha Network melalui PT Artha Metal Sinergi (AMS) bertekad memperkuat industri baja nasional dan memperluas penyerapan tenaga kerja dengan membangun pabrik baja pertamanya di Indonesia.
“Perusahaan kami berencana untuk jadi major player di Indonesia untuk bangun pabrik baja yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pangsa pasarnya untuk domestik. Ini untuk NKRI,” kata CEO AMS Felix Effendi di Jakarta, Selasa, seusai penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama antara CSC Group dengan Artha Graha Network (AGN) untuk pengembangan industri baja dan proyek lainnya di Indonesia.
Bisnis utama dari CSC Grup adalah industri baja, dan China Steel Corporation (CSC) sebagai bagian dari grup tersebut merupakan salah satu perusahaan manufaktur baja terkemuka di dunia dengan pabrik baja terintegrasi yang berbasis di Taiwan. Perusahaan ini juga memiliki beberapa jaringan produksi dan investasi di Asia Tenggara yakni CSC Steel Holdings Berhad (Malaysia), China Steel Sumikin Vietnam (Vietnam), dan Formosa Ha Tinh Steel Corporation (Vietnam).
Sedangkan Artha Graha Network (AGN) adalah salah satu network ternama di Indonesia dengan berbagai bidang usaha di antaranya yaitu Real Estate, Infrastruktur, Finansial, Jaringan Informasi, Media dan industri lainnya. AGN optimis dan yakin dengan pertumbuhan industri baja di Indonesia, sehingga PT. Artha Metal Sinergi didirikan sebagai perusahaan yang didedikasikan untuk industri baja.
CEO PT AMS Felix Effendi mengatakan kebutuhan akan produk baja yang sangat besar di Indonesia menjadi alasan yang kuat bagi AMS untuk membangun pabrik. Terlebih lagi saat ini pemerintah juga tengah menggenjot proyek pembangunan infrastruktur sehingga membutuhkan pasokan baja dalam jumlah besar.
Kebutuhan baja domestik menurut catatan Kementerian Perindustrian meningkat tajam dari 7,4 juta ton pada 2009 menjadi 12,7 ton pada 2014 dan akan meningkat terus seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan selama ini kebutuhan baja nasional masih bergantung pada baja impor.
“Jadi kita bangun pabrik baja di Indonesia untuk kebutuhan di Indonesia,” ujar Felix.
Industri besi dan baja, lanjutnya, merupakan salah satu pendukung utama pembangunan infrastruktur di Indonesia, seperti pembangunan jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dan beberapa fasilitas lainnya.
“Pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut Indonesia tersebut membutuhkan pasokan besi dan baja yang berkualitas. Oleh karena itu, pabrik yang kami bangun akan menggunakan teknologi terbaru dan paling mutakhir, makanya investasinya besar,” katanya.
Kedua belah pihak telah melakukan beberapa kali pertemuan dan secara bersama-sama mempelajari peluang investasi untuk industri baja di Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, mengembangkan peluang investasi, dan dapat berkontribusi pada perekenomian dan pembangunan di Indonesia.
Sementara ini kesepakatan kerjasama kedua belah pihak masih dalam tahap pembahasan. Rencana pengembangan tahap pertama dimulai dengan industri hilir yang difokuskan pada produksi baja konstruksi, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pengembangan industri hulu.


Share this post :

Posting Komentar