Headlines News :
Home » » Saat Kejagung Melakukan Penggrebekan di Kantor PT.Victoria Securitas Indonesia

Saat Kejagung Melakukan Penggrebekan di Kantor PT.Victoria Securitas Indonesia

Written By Unknown on Jumat, 21 Agustus 2015 | 06.24

Jakarta, Sehubungan dengan kegiatan penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Agung pada hari Rabu, tanggal 12 Agustus 2015 s/d hari Selasa 18 Agustus 2015 di kantor PT. Victoria Securitas Indonesia yang beralamat di gedung Panin Tower Lantai 8 Senayan City Jakarta Pusat, dengan ini dilaporkan hal-hal sebagai berikut :
I. Dasar Penggeledahan
1. Surat Perintah Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print- 23/F.2/F.2/Fd.1/04/2015 tanggal 7 April 2015.
2. Surat Perintah Penggeledahan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : Print-60/F.2/Fd.1/07/2015 tanggal 29 Juli 2015.
3. Surat Perintah Penyitaan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : 28/Pen.Pid. Sus/TPK/VIII/2015/PN.JKT.PST Tanggal 3 Agustus 2015.
Kronologis, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-23/F.2/F.2/Fd.1/04/2015 tanggal 7 April 2015 tentang dugaan tindak pidana korupsi penjualan tiga hak tagih / cessie oleh Vadan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Tahun 2013 kepada Victoria Securities International Corporation, penyidik Satgasus PPTPK telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi dari berbagai pihak, yakni saksi dari BPPN, debitur, Kemenkeu RI, dan Investor Victoria Securities International Corporation. Dari beberapa saksi yang telah dipanggil antara lain saksi Sdri. Suzanna Tanojo dan Sdri. Lita Rosela tidak memenuhi panggilan sebanyak 4 (empat) kali pemanggilan tanpa alasan.
Pada hari Rabu Tanggal 12 Agustus 2015 dilakukan penggeledahan dengan rangkaian peristiwa sebagai berikut :
1. Berdasarkan penetapan persetujuan penggeledahan PN Jakarta Pusat, Tim Jaksa Penyidik Kejagung mendatangi alamat Kantor Victoria Securitas Indonesia di Gedung Panin Bank Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Pusat. Diperoleh informasi bahwa Kantor dimaksud telah pindah ke Gedung Panin Tower Lantai 8 Senayan City Jakarta Pusat.
2. Tim Penyidik Satgasus PPTPK dibantu tenaga IT Forensik, TIM PAM Intelijen dan Personil Kepolisian mendatangi Kantor PT Victoria Securitas Indonesia di Panin Tower lantai 8 Senayan City untuk melakukan penggeledahan.
a. Penggeledahan hari Rabu Tanggal 12 Agustus 2015.
Penggeledahan mulai dilakukan sekitar Pukul 16.00 s.d 02.00 WIB dinihari terhadap 3 (tiga) ruangan yaitu ruang kerja Sdr. Aldo Yusuf Cahaya (Komisaris PT. Victoria Securitas Indonesia), ruang kerja Sdri. Suzanna Tanojo (Pemilik dan komisaris PT VSI dan Victoria Securitas International Corporation) serta ruang kerja Sdri. Lita Rossela (Direktur Victoria Securities International Corporation yang juga sekretaris Suzanna Tanojo).
Pada saat dilakukan penggeledahan di ruang kerja Sdr. Aldo Yuduf Cahaya , diketahui kemudian bahwa Sdri. Suzanna Tanojo dan Sdri Lita Rossela bergegas meninggalkan ruang kerjanya melalui pintu belakang dengan meninggalkan beberapa perlengkapan pribadi berupa HP, Tas, Laptop, Sweater dan uang tunai baik berupa Dollar singapura maupun Mata Uang Rupiah, dalam penggeledahan ditemukan dan disita antara lain :
. Dokumen berupa akta Pendirian PT Victoria Securitas beserta perubahannya yang terakhir bernama PT. Victoria Securitas Indonesia.
. Hasil scan Surat Panggilan semua saksi dari PT VSI antara lain An. Suzanna Tanojo dan Rita Rossela yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Komplek Gelora Senayan Jakarta Pusat.
. 1 (satu) buah senjata api peluru karet jenis Pistol merk Walther beserta peluru.
. Sekitar Pukul 23.00 WIB penyidik Satgasus didatangi oleh Polisi Jatanras Polda Metro Jaya sebanyak kurang lebih 10 (sepuluh) orang menanyakan keabsahan tindakan penggeledahan.
. Sekitar 1 jam kemudian, yaitu Pukul 24.00 WIB penyidik Satgasus kembali didatangi oleh Polisi Reskrimsus Polda Metro Jaya sebanyak kurang lebih 7 (tujuh) orang menanyakan keabsahan tindakan penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Satgasus.
. Setelah diberi penjelasan oleh penyidiok, Polisi dari Jatanras dan Reskrimsus dapat memahaminya dan selanjutnya kembali ke kantornya. (Kapuspenkum Kejagung RI/Tim)
Share this post :

Posting Komentar