Headlines News :
Home » » Menurut Yusril Dahlan Tidak Bersalah dalam Pembangunan 21 Gardu Induk

Menurut Yusril Dahlan Tidak Bersalah dalam Pembangunan 21 Gardu Induk

Written By Unknown on Selasa, 11 Agustus 2015 | 05.56

Jakarta--Pengacara Dahlan Iskan, Yusril Ihza Mahendra berkeyakinan jika kliennya, mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) , tidak bersalah dalam kasus dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Induk. Dia menegaskan, akan tetap mendampingi Dahlan hingga proses hukum yang membelitnya usai.

"Ya, saya kan sudah dampingi Pak Dahlan dari awal. Saya simpati dan berkeyakinan kalau Pak Dahlan tidak bersalah," kata Yusril di sela-sela acara Milad ke-17 serta pelantikan pengurus Partai Bulan Bintang (PBB) di Hotel Sahid, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2015).

Dahlan diketahui sudah memenangkan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan sehingga status tersangkanya harus digugurkan. Namun, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta masih tetap berencana untuk menyelidiki lebih jauh kasus korupsi yang menyeret mantan Menteri BUMN era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu.

"Kalau Kejati mau memeriksa lagi, silahkan saja. Yang penting kan putusan pengadilan sudah dilaksanakan lebih dulu. Kan pasal 270 KUHAP mengatakan tugas jaksa mengeksekusi putusan pengadilan yang sudah memiliki keputusan hukum yang tetap," sambung dia.

Jika hasil putusan praperadilan Dahlan gugur, sejatinya secara formil surat-surat seperti surat perintah penyidikan pun harus dicabut. Selain itu, surat pencekalan keluar negeri terhadap Dahlan juga harus gugur.

"Orang dicekal kan karena dia jadi tersangka, kalau dia sudah gugur kan jadi tidak dicekal lagi. Kalau surat cekalnya tidak dicabut oleh Kejagung, Imigrasi tidak bisa menghapus cekalnya. Jadi tetap ada follow up yang ditempuh," papar dia.

"Sampai tadi sore, putusan pengadilan salinannya belum dikirimkan kepada pemohon maupun termohon. Jadi, eksekusi baru bisa dilakukan ketika menerima salinan putusan," pungkas dia.

Seperti diketahui, Selasa 4 Agustus pekan lalu PN Jakarta Selatan menerima gugatan praperadilan Dahlan. Seiring dengan putusan tersebut, status tersangka yang disematkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kepada bekas Dirut PLN itu tak sah.

Kejati DKI Jakarta, sebelumnya, menetapkan mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Induk (GI) di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat pada periode 2011-2013 senilai Rp1,063 triliun. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek itu.

Dia diduga melanggar Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
OGI
Share this post :

Posting Komentar