Headlines News :
Home » » Ali Sihab : Indonesia Perlu Tiru Mesir

Ali Sihab : Indonesia Perlu Tiru Mesir

Written By Unknown on Rabu, 12 Agustus 2015 | 05.56

Kairo: Dr. Alwi Sihab dalam kunjungan ke Mesir Rabu ( 5/8/2015) sebagai utusan Presiden RI untuk Timur Tengah dan Negara-negara Islam (OKI), menyebut, Indonesia bisa meniru cara Mesir dalam pendanaan mega proyek negaranya .

Dalam pendanaan mega proyek Terusan Suez  baru, Mesir dapat menghimpun dana dari rakyatnya dengan jumlah total mencapai US $ 8 milyar. Hal ini jika diterapkan di Indonesia maka, menurut Alwi beban utang pemerintah tidak besar, terutama kepada negara asing. Dan jika ada pengembalian bunga, dari pinjaman ini rakyatlah yang mendapatkan keuntungan.

Sebab itu, perlu adanya sosilisasi yang mendalam dari pemerintah, terhadap rakyatnya. Sehingga ada kemauan untuk mendanai proyek besar, seperti jembatan Jawa- Sumatra dan lainya. Lanjutnya dengan pendanaan yang dilakukan oleh rakyat Mesir, juga menujukan kepercayaan kepada pemerintah.

Untuk melakukan pengelolaan uang milik rakyat, terhadap proyek yang tidak hanya menguntungkan namun juga sebagai bagian dari landmark sebuah negara. Selain sosilisasi diperlukan pula, payung hukum jika Indonesia, benar-benar inggin meniru Mesir dalam pendanaan terhadap proyek pemerintah.

Alwi Sihab berkunjung ke Mesir untuk menghadiri pembuakaan Terusan Suez baru, yang rencana akan mulai dibuka pada hari Kamis (6/8/2015) siang waktu setempat.

"Untuk mengurangi hutang kita keluar, lebih baik kita berhutang kepada masyarakat. Keuntunganya walaupun lebih sedikit, tetapi akan dinikmati oleh masyarakat itu sendiri. Jadi saya kira ini perlu sosialisasi dan tentu ada paying hokum," kata Alwi di KBRI Kairo.

Terpisah, Duta Besar Indonesia untuk Mesir Nurfaizi Suwandi mengatakan, KBRI Mesir mengikuti terus perkembangan pembangunan Terusan Suez Baru.  Pembangunan Terusan Suez Baru ini mempunyai panjang 72 KM, lebar 200 meter, akan berdampak besar terhadap perekonomian dunia.

"KBRI mengikuti perkembangan pembangunan Terusazan Suez, yang sangat luar biasa ini. Dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun, yang mana semua orang tadinya memperkirakan, paling cepat tiga tahun," kata Nurfaizi.

Direncanakan sejumlah kepala negara dan pemerintahan, akan hadir dalam peresmian Terusan Suez Baru ini, yang dikerjakan dalam waktu satu tahun. (**)
Share this post :

Posting Komentar