Headlines News :
Home » » Air Sulit, Harga Bawang Merah Malah jeblok!

Air Sulit, Harga Bawang Merah Malah jeblok!

Written By Unknown on Kamis, 27 Agustus 2015 | 16.20

Pamekasan, detak.com.

Sulitnya air bagi petani Bawang merah untuk menyirami hasil tanamnya daerah pantura Pamekasan tidak berimbang dengan harga panennya. Bayangkan untuk bibit bawang merah yang ditanam di harga Rp 40 ribu perkilogram untuk harga panennya malah jatuh di harga Rp 8 ribu rupiah!.

Sperti yang disampaikan oleh Nawawi (50th) warga desa tagangser Laok Kecamatan Waru kepada wartawan detak.com. "Jika mengacu kepada harga bibit tanam harusnya bawang merah harus diatas harga Rp 30 ribu rupiah" kata Bpak 5 putra ini, Kamis (27/8).

Nawawi yang saat ini menanam bawang merah hampir setengah hektar ini mengungkapkan keluhannya atas minimnya air untuk menyirami tanamannya. "Sekarang sangat sulit air. Jangan untuk menyiram bawang, mandipun sangat sulit" ujarnya.

Dia berharap kepada Pemkab Kabupaten Pamekasan bisa memperhatikan petani Pantura. "Misalnya dengan diberi bibit gratis. Sehingga angka produksi bisa ditekan. Sekarang kalau harga Rp 8 ribu sementara waktu tanam di harga Rp 40 ribu maka ongkos produksi pertanian di kisaran 20 ribuan. Jadi kalau harga dibawah Rp 20 ribu petani sangat rugi" pungkasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kabupaten pamekasan, M. Alfian sangat menyayangkan sikap Pemda Pamekasan yang kurang resfonsif terhadap infrastruktur yang ada kaitannya dengan pertanian. "Sehingga orang bertani itu jadi mals. Karena selain bibit yang mahal, ongkos produksi yang besar malah harga panen yang rendah. Ini perlu ada terobosan dari Pemerintah agar tidak terjadi hal yang sangat merugikan ke petani" kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini melalui selulernya.

(yan/tim)
Share this post :

Posting Komentar