Pakde Karwo: Gerakan Kebudayaan Tetap Ditangani Disbudpar

Gerakan kebudayaan tetap akan ditangani Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Prov. Jatim. Ini merupakan kebijakan kebudayaan yang diambil Pemprov Jatim dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat menjadi dinas pendidikan nasional menjadi dinas pendidikan dan kebudayaan.
“Di Jatim untuk pendidikan kebudayaan kewenangannya berada di dinas pendidikan, namun dari segi gerakan membangun nilai-nilai kebudayaan masyarakat itu ditempatkan Disbudpar. Sebab gerakan kebudayaan tidak cukup hanya ditanamkan di kelas biasa,” ujar Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat Silaturahim dengan Seniman dan Budayawan Jawa Timur Tahun 2015 di Gedung Graha Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Jalan Wisata Menanggal Surabaya, Jumat (10/7).
Ia mengatakan, gerakan kebudayaan menjadikan manusia mempunyai hati, dekat dengan bahasa dan kultural. Jika kebudayaan masuk dalam pendidikan klasikal, maka sejak kecil anak-anak dididik kebudayaan oleh dinas pendidikan. Namun ini cakupannya masih terlalu kecil.
“Jika gerakan kebudayaan menjadi luas dan tumbuh dari masyarakat, maka perlu ditangani langsung oleh disbudpar. Apalagi setiap kabupaten/kota memiliki kelompok kebudayaan masing-masing yang jumlahnya bertambah terus,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
Menurutnya, kebudayaan berperan dalam meningkatkan peradaban manusia. Kebudayaan mampu memberikan peran pada peradaban manusia. Kebudayaan juga membuat Pemprov Jatim mempunyai hati dalam pembangunan.
“Kebudayaan inilah yang dapat memanusiakan manusia, membuat suasana aman, nyaman, guyub rukun, dan terjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga kebudayaan harus terus dijaga dan dipertahankan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Prov. Jatim Dr. H. Jarianto mengatakan, tujuan kegiatan ini yakni untuk membangun silaturahim antara Pemprov Jatim dan seniman, mendorong semangat dan motivasi seniman untuk terus berkarya, melestarikan, mengembangkan seni budaya bangsa. Kegiatan ini juga sebagai wujud penghargaan atas dedikasi dan loyalitas seniman dan budayawan terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya di Jatim.
Pakde Karwo menyerahkan taliasih kepada 500 seniman dan budayawan Jawa Timur. Taliasih ini sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap para seniman yang telah berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan dan kesenian di Jatim. (**).

0 comments:

Posting Komentar