Kasian, Janda Almarhum Direktur Dimiskinkan Direktur!

Kasian, Janda Almarhum Direktur Dimiskinkan Direktur!

 

 

 Advokat Alfian ketika diterima oleh Sekda dan Direktur PDAM terkait Almarhum Abdul Jalil


Pamekasan, Detak.com

Seyogyanya orang yang sudah mengabdikan hidupnya untuk mengembangkan dan membesarkan Perusahaan. Setidaknya jerih payahnya dihargai rupanya tidak berlaku bagi almarhum Abdul Jalil. Abdul Jalil, yang semasa hidupnya pernah menjadi Direkktur PDAM Unit Tlanakan dan menjadi Calon direktur PDAM Pamekasan rupanya jerih payahnya tidak dihargai. Bahkan hak-haknya setelah meninggal mulai dikebiri oleh Manajemen PDAM.

Ya, BPJS ketenagakerjaan, Dana Pensiun dan lain-lain sejak tahun 2014 semuanya dipending pencairannya oleh Agus Bachtiar.

"BPJS K Ketenagakerjaan saja sebagai dana hak pribadi yang tidak ada kaitannya dengan perusahaan (PDAM) sampai sekarang tidak ditandatangani oleh Pak Agus (Agus Bachtiar) sebagai direktur PDAM" ungkap janda Almarhum, Abdul Jalil, Kristina Ningsih.

Selain itu, dana pensiun almarhum yang seharusnya diterima sejak tahun 2014 sampai sekarang tidak bisa dicairkan oleh Kristina. " Padahal dana pensiun itu untuk menghidupi 3 anak yatim yang ditinggal oleh ayahnya (Abdul Jalil) " kata Kristina ditemui di Kantor Hukum Marsuto Alfianto, SH.,MH. Dan Pathners, gedung Islamic Centre Lantai 2 Pamekasan.

Ditempat yang sama, Alfian selaku kuasa dari Kristina Ningsih sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Agus Bachtiar selaku Direktur PDAM Kabupaten Pamekasan.

Kata Alfian, harusnya Pimpinan PDAM Pamekasan berfikir bijak dan arif dalam menyelesaikan permasalahan yang dianggap dilakukan oleh Abdul Jalil selaku mantan Karyawan PDAM. " Tapi hak-hak yang ditinggalkan yakni ahli waris jangan dikebiri seperti itu. Masak dari semua yang ditinggalkan berupa hartanya almarhum harus 70 persen diserahkan PDAM ??? ini kan namanya memiskinkan keluarga almarhum Abdul Jalil " sungut Alfian.

Untuk itu, Lanjut pengacara kelahiran sampan ini, semua permasalahan yang terjadi antara ahli waris Abdul Jalil dengan pihak PDAM harus selesai ditingkat Mediasi. " Jika tidak maka PDAM secara koorporasi akan digugat secara Perdata dan Pidana ke Pengadilan. Dan konsekuensinya, ketika kasus itu berlanjut kami juga meminta gugatan imateri selain jelas masalah materi-nya ". tegas Alfian.

(Yan/res/tar)

0 comments:

Posting Komentar