Diduga Emosi, Oknum TNI Pukul Wartwan

Diduga Emosi, Oknum TNI Pukul Wartwan


 

 

Korban Ibnu Sarbini ketika diterima di Kantor PM Pamekasan

 

Pamekasan, Detak.com


Ibnu Sarbini (48th), warga asal desa teja timur ini mengaku dianiaya oleh oknum TNI, MSHD yang bekerja di Garnisum Surabaya.


Menurut Ibnu, sapaan akrabnya Mshd merupakan anggota TNI aktif yang saat ini sedang mudik untuk menemui orang tuanya di Kabupaten Pamekasan.


"Dia bertugas di Garnisum surabaya tapi wilayah kerjanya kayaknya di Kabupaten bangkalan" ucap ibnu kepada Detak.Com jum'at (24/7/2015).


Ibnu menceritakan, pemukulan yang dilakukan oleh oknum TNI terjadi pada Minggu malem (19/07/2015) sekitar jam 23.00 WIB. "Tanpa babibu dia (Mshd) langsung mukul saya membagi buta. Padahal saya sudah mempersilahkan dia bicara baik-baik apa maksud dan tujuannya" kata Ibnu menceritakan sambil memperlihatkan matanya yang bengkak membiru dan pipi yang tambem akibat akibat dari pukulan. "Ini (mata) saya kayaknya dipukul berkali-kali. Sedangkan pipi saya ini juga dipukul gak kehitung jumlahnay berapa kali. Yang jelas saya langsung muntah darah. Dan bukti darahnya sampai sekarang belum saya bersihkan di rumah" tambahnya.


"Akibat dari pukulan itu saya langsung semaput pingsan" katanya.

Karena merasa di aniaya oleh oknum TNI tersebut Ibnu langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor PM (Polisi Militer) kabupaten Pamekasan untuk menjelaskan kejadian itu. "Dan saya langsung laporan ke PM ditemani pak Guteres" jelasnya.


Dikantor PM yang bersebelahan dengan kantor PMI Pamekasan tersebut ibnu diterima oleh petugas yang siap untuk mengawal dan membereskan kasus yag menimpanya. "Setelah laporan itu (dikantor PM) saya langsung di Visum di RSUD pamekasan".


"Keanehan muncul ketika sudah ada visum itu ada orang yang awalnya niat bantu saya malah saya di jerumuskan" kisah Ibnu pilu.


Dijerumuskan maksud Ibnu "karena awalnya saya katanya mau dibantu oleh Ra Imam ini dan pak guteres ini. Eh nyatanya saya di pontang-panting ke barat ke timur hasilnya cuma saya dikasih uang Rp 500 ribu untuk biaya pengobatan katanya. Kalau tau cuma mau di mediasi secara kekeluargaan atau baik-baik saya saya kan bisa langsung ke Mshd dari awal" kata pria yang juga anggota LSM ini.


"Harusnya mereka (Guteres - Imam) ini kan bantu saya untuk menyelesaikan secara hukum dulu baru secara kekeluargaan. Ini kan terkesan saya jual harga diri saya. Apalagi nilanya tidak seimbang" ketus Ibnu.


"Pada intinya saya tidak terima atas perlakuan ini (pemukulan ini) dan walaupun saya menandatangani berkas perdamaian itu karena saya dipaksa oleh mereka" tambahnya.


"Saya tetap menuntut keadilan. Dan saya siap mengembalikan uang yang hanya Rp 500 ribu tersebut" pungkasnya. 


(Nul/yan/tim)

0 comments:

Posting Komentar