Warga Jual Raskin Demi Bibit tembakau? Pengamat: Kalau Berbohong bisa kena Pasal Pidana Ketarangan Palsu!

Warga desa Campor ketika menunggu di depan Ruang Penyidik IV (Tipikor) Polres Pamekasan. (Dok: zainul/detak.com)

Pamekasan (Detak.com).

Untuk pengembangan kasus Raskin desa Campor, pagi tadi Senin (8/6/2015) Penyidik polres Pamekasan memanggil beberapa warga Campor sebagai saksi.

Kasus yang diduga kuat melibatkan Kades Campor, Abdul Kholik mengahadirkan 6 warga sebagai penjual beras raskin kepada Hadiri, warga desa Nagguan kecamatan Proppo.

Pada umumnya mereka mengatakan bahwa mereka menjual raskin hanya untuk kepentingan untuk membeli bibit tembakau yang sebentar lagi akan masa tanam.

"Jadi saya menjual beras itu ke Hadiri karena untuk membeli bibit tembakau" Kata Wardi, salah satu dari mereka.

"Dan saya tidak tahu bahwa akan menjadi masalah seperti sekarang ini. Saya cuma nurutin surat katanya suruh datang ke sini (Polres)" tambahnya dengan bahasa Madura yang kental.

Hal yang sama disampaikan oleh Moh.Bakir (53 tahun) "kami memang yang menawarkan pada hadiri untuk membeli raskin,karena
uang dari penjualan raskin itu saya pergunakan untuk biaya tanam
tembakau".katanya.

Pantauan Detak.com, Mobil carry T120 dengan nopol KT 8369 LP masih berada
dihalaman Mapolres Pamekasan untuk diamankan dengan sisa beras yang masih ada di mobil itu sebagai BB dalam kasus raskin Desa Campor Kecamatan Proppo
Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu pengamat hukum Pamekasan, M. Alfianto, SH. MH, mengatakan bahwa apa yang dijadikan jawaban oleh beberapa warga Campor adalah cuma trik atau cara yang sudah diberi tahu oleh orang yang sudah melakukan tindakan penggelapan Raskin desa campor. "Jadi alasan yang demikian sudah biasa dilakukan oleh saksi yang sudah diberi tahu oleh seseorang. Apalagi informasinya yang ditangkan ke Polres Pamekasan adalah orang-orang kades Campor itu sendiri"

"Namun yang jadi soal adalah, penyidik ini kan tidak bodoh, artinya saksi-saksi yang berbohong akan ketahuan sesuai dengan pembuktian dan saksi-saksi. Apalagi ini penangkapannya OTT (operasi Tangkap tangan". Nah, jika nantinya para saksi itu ketahuan berbohong maka rakyat yang menjadi saksi itu bisa dikenakan pasal Pidana yakni Pernyataan Palsu dan keterangan Palsu" ujar alumnus PKPA (Pendidikan khusus Profesi advokat )UNAIR 2011 itu kepada detak.com.

(Yan/Nul/ibnu)

0 comments:

Posting Komentar