Tidak Bayar Uang Sewa, LSM LIPPI Diusir Pemilik!

Kantor LSM Lippi dijalan trunojoyo Pamekasan. (Foto: Guteres/detak.com).

PAMEKASAN.

- Eksistensi LSM LIPPI (Lembaga Independen Pelaku Profesional Indonesia) dalam mengawal ke-Swadayaan Masyarakat hampir anti klimaks. Permasalahan yang selalu timbul di lembaga yang Nahkodai oleh Matbekir hingga membuat lembaga tersebut tidak bisa membayar uang sewa kantor sebesar Rp 500 ribu.

Akibatnya, kantor yang berukuran sekitar 3X4 M2 ini harus ditinggalkan karena sudah hampir 3 bulan menunggak uang pembayaran sewa.

Informasi yang diterima detak.com, bahwa kantor yang berada di poros jalan raya kota Pamekasan- Panglegur tersebut dimiliki oleh seorang perempuan bernama Ibu lilik atau Bu Dayat. Bu Dayat menyewakan tempat tersebut sekitar 8 bulan yang lalu dengan klausul uang sewa sebesar Rp 500 ribu rupiah yang dibayar awal bulan.

Seiring perjalanan waktu, Matbekir alias 'K. Mohammad Bakir' pada awalnya bisa menyewa dan membayar lunas seperti biasanya, yakni diawal bulan sebesar Rp 500 ribu. Namun smenjak berubah dari LSM Fippi menjadi LSM Lippi lembaga ini tidak bisa membayar uang sewa kantor yang memaksa pemilik ruangan yang sudah diberi oranamen 'LSM LIPPI' tersebut mengusir Matbekir.

"Matbekir sudah angkat kaki dari tempat ini" ujar Lilik kepada detak.commelalui selulernya, Minggu (14/6/2015).

PENULUSURAN Detak.com.

Awalnya, LSM Lippi bernama LSM FIPPI (Forum ikatan Pondok Pesantren Indonesia), namun dianggap dalam kinerja tiap harinya tidak mewakili Forum dan kepentingan pondok pesantren, banyak pemimpin Pesantren di Pamekasan melakukan protes melalui Kasat Intel Polres Pamekasan. Akibatnya, pemilik LSM FIPPI harus mengubah nama menjadi LSM LIPPI.

Sebelum berubah nama menjadi LSM Lippi, LSM FIPPI termasuk salah satu Lembaga yang diperhitungkan di Pamekasan. Aktivis Sosial dan Hukum semisal M.Alfian bergabung ikut membesarkan FIPPI. Aktivis Mahasiswa dan aktivis sosial budaya juga ikut bergabung. Namun karena sering 'disalahgunakan' oleh direkturnya maka lembaga ini deitinggalkan dan Alfian mencabut sebagai PH (Pensehat hukum) tunggal lembaga ini.

"Awalnya lembaga ini bagus. Sangat diperhitungkan khususnya di kabupaten Pamekasan. Namun karena salah managemen banyak yang keluar dari lembaga ini. Termasuk Bang Alfian" kata Zainur Rohman, mantan Sekretaris Matbekir yang sekarang beralih profesi sebagai jurnalis di salah satu media 'Portal Nasional'.

Zainur banyak berceritera dan masih mengggiyamg masa-masa jaya FIPPI hingga dikalangan birokrasi Pamekasan termasuk salah-satu lembaga yang diperhitungkan. "Namun awal dari opermasalah itu adalah ketika bang Alfian meninggalkan dan mencabut sebagai pengacara dari Lembaga FIPPI ini hingga jadinya seperti ini" tambah Zainur dengan berkaca-kaca.

"Saya saja keluar dari lembaga itu karena sudah tidak kuat. Karena Matbekir dengan sengaja memasukkan orang-orang yang menurut saya kurang kompeten dibidangnya. Masak orang baru kenal langsung dimasukkan ke pengurus. Padahal orang-orang itu tidak faham tetntang organisasi. Contohnya kemarin saja waktu mau demo dibubarkan oleh Polres Pamekasan."

"Saya saja yang sekarang sudah keluar merasa tersinggung dengan itu (pembubaran) itu. Maklum yang sekrang ini pengurusnya orang-orangnya sok pinter" pungkas Zainur.

(Yan/res/tar/nul/ibnu)

0 comments:

Posting Komentar