Terkait Unjuk Branta Tinggi, Kades: Warga 3 Dusun akan Adakan Demo Unras Tandingan!

Pamekasan (detak.com).

Unjuk rasa yang dilakukan KOMPAS (Komunitas Mahsiswa dan Masyarakat Pamekasan) di depan Kejaksaan negeri (Kejari) Pamekasan yang menuntut agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pamekasan mengusut dugaan beberapa item Korupsi yang diduga dilakukan oleh Kades Branta Tinggi, Sahrul Efendy.

Sahrul efendy, selaku kepala Desa sangat keberatan atas beberapa tuntutan yang dilakukan oleh massa yang mengatasnamakan Kompas tersebut. Bahkan ada beberapa kelompok masyarakat yang tersebar di 3 dusun akan melakukan Unjuk rasa tandingan (Unras) untuk menyatakan apa yang dilakukan Kades sahrul karena adanya kesepakatan antara warga dengan pimpinan desa termasuk Kepala di masing dusun (Kadus).

"Masyarakat sangat keberatan atas beberapa tuntutan yang minta oleh rekan Kompas. Bahkan masyarakat yang tergabung dalam 'komunitas. Masyarakat desa branta tinggi' akan melakukan unras pada hari selasa depan" Kata sahrul melalui pesan singkatnya kepada detak.com, Kamis (4/6/2015).

Kades sahrul memastikan, bahwa unras yang akan dilakukan warga desa Branta Tinggi karena sebagai upaya jawaban dari permintaan Kompas tersebut.

"Dan mereka yang meminta pada saat itu untuk melakukan penyetaraan dan juga tentang sumbangan suka rela itu bukan dari saya sebagai Kades. Tapi Murni dari mereka (warga). Untuk itu warga sangat keberatan jika saya di proses hukum. Masyarakat akan pasang badan" jelasnya.

Sahrul sedikit memberikan gambaran, bahwa apa yang dilakukan Kompas, melalui ketuanya, Fery tidak murni dalam hal penegakan hukum. "Kayaknya ada sentimen Pribadi kepada saya sebagai kades."

Sentimen apa? "Saya masih belum bisa untuk menjelaskan. Tapi pada saatnya akan saya beber tentang apa yang dilakukan fery itu di desa kami" katanya.

(Yan/tar/res)

0 comments:

Posting Komentar